MEDAN, KLIK7TV.CO.ID – Sebanyak 189 siswa-siswi SMA Negeri 6 Medan bertarung menghadapi asesmen ujian akhir sekolah yang digelar mulai 8 sampai 14 April 2026 menggunakan Computer Based Test (CBT). Kata Kepala Sekolah SMAN 6 Medan Ahmad Habibi kepada Media Kamis (9/4/2026)
“Pengawas ujian sistem silang berkolaborasi dengan guru di luar sekolah dan sub rayon berlangsung lancar dan aman,” ungkap Kepala SMAN 6 Medan Ahmad Habibi kepada awak media di hari pertama ujan, Rabu (8/4/2026).
Untuk hari pertama dengan mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dilanjutkan Matematika dan Bahasa Indonesia.
Kata Habibi, pengawasan silang ini yang sudah diinstruksikan oleh Dinas Pendidikan Provsu dan ditindaklanjuti oleh Cabdis Wil 1 kemudian pihak sekolah selaku penyelenggara ujian di satuan pendidikan yang menetapkan prosedurnya.
Menurutnya, asesmen siswa ini adalah positif dan sangat bagus sekali untuk meningkatkan kecerdasan anak didik. “Kita dalam menjalani ujian ini bertujuan demi meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Utara.
Sejalan program Kadisdik Sumut menginstruksikan pengawas silang ini dari sisi pelaksanaannya adalah sangat positif dimana guru-gurunya juga bisa nanti berkolaborasi di sekolah-sekolah sambil bersilaturahmi.
“Kita dapat meningkatkan kolaborasi antara guru di tempat mengawas atau di tempat asal sekolah. Baik pengawas eksternal dan internal, tujuannya meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Utara,” tambahnya.
Diakui Habibi bahwa asesmen siswa ini bukan syarat utama kelulusan. Tapi bisa menjadi penentu kelulusan bila nanti nilainya dikumulatifkan mulai dai semester 1 sampai semester 5 harus tuntas pembelajaran di sekolah.
Penentu kelulusan lainnya dari segi perilaku dan etika sopan santun siswa sendiri. Pendidikan karakter juga amat penting menjadikan peserta didik itu mempunyai akhlak dan moral. Penilaian dan keputusan kelulusan ditentukan dalam rapat dewan guru.
Menyinggung suasana asesmen siswa di SMAN 6 kata Habibi terlihat para siswa-siswi tenang dan nyaman menjawab soal yang diujikan. “Tidak ada rasa kekhawatiran dan ketakutan selama ujian berlangsung,” ujarnya.
Dikatakannya pula peserta ujian begitu konsentrasi dalam melakukan ujian asesmen ini sekali pun pengawasan dari luar sekolah tidak membuat mereka resah dan bingung. “Siswa-siswi sangat serius dalam menjalankan ujian dan penuh percaya diri,” tambah Habibi.
Reporter : Marlan Pasaribu
