HUMBANG HASUNDUTAN,KLIK7TV.CO.ID – – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara melaksanakan peninjauan lapangan terhadap rencana pengembangan dan peningkatan kualitas saluran irigasi Sungai Aek Sibundong. Kegiatan strategis ini berlangsung pada hari Jumat, 8 Mei 2026, yang meliputi kawasan aliran sungai yang melewati empat desa utama yaitu Desa Pariksinomba, Desa Silaga-laga, Desa Sirisirisi, dan Desa Simangaronsang.
Peninjauan dipimpin secara langsung oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara, Gibson Panjaitan, beserta tim teknisnya. Dari jajaran Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, kegiatan ini turut dihadiri dan didampingi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba yang mewakili Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH., MH. Kehadiran juga disertai oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Renward Marpaung, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Adrianus Mahulae, serta sejumlah pejabat teknis dan staf dari instansi terkait yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan verifikasi dan memastikan kesiapan seluruh rencana teknis yang akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026. Seluruh pekerjaan peningkatan saluran irigasi ini akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sumatera Utara, sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat daerah terhadap kemajuan sektor pertanian di wilayah Humbang Hasundutan.
Dalam peninjauan tersebut, tim gabungan melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari bagian hulu hingga hilir saluran irigasi yang ada saat ini. Berdasarkan hasil pengamatan, saluran yang ada membutuhkan perbaikan struktur, pendalaman, serta pelebaran agar aliran air dapat berjalan dengan lancar dan terdistribusi secara merata ke seluruh lahan pertanian. Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan juga menyampaikan usulan tambahan program yaitu normalisasi alur sungai serta perkuatan tebing-tebing yang rawan longsor.
Usulan tersebut disampaikan mengingat kondisi saat ini, luapan air Sungai Aek Sibundong saat musim hujan sering kali menimbulkan banjir yang merendam lahan persawahan milik warga. Akibatnya, hasil panen sering kali mengalami kerusakan dan menimbulkan kerugian ekonomi bagi para petani. Untuk melihat kondisi nyata, tim juga meninjau langsung areal persawahan yang sebelumnya pernah terdampak bencana tersebut guna menjadi bahan pertimbangan utama dalam penyusunan rencana pekerjaan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba menyampaikan bahwa sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di keempat desa tersebut. Oleh karena itu, ketersediaan air irigasi yang cukup dan teratur merupakan kebutuhan yang sangat mendesak.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang telah menyetujui alokasi dana untuk program ini. Setelah ditingkatkan, saluran irigasi ini diharapkan dapat mengairi ribuan hektar lahan pertanian sehingga waktu tanam menjadi lebih teratur, hasil panen meningkat, dan secara langsung akan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan para petani,” ujar Martogi Purba.
Lebih lanjut ia menambahkan, pembangunan infrastruktur ini juga memiliki peran penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang terus digalakkan pemerintah. Dengan lahan pertanian yang dapat dioptimalkan, produksi bahan pangan akan terjaga ketersediaannya baik di tingkat daerah maupun provinsi.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara Gibson Panjaitan menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti seluruh hasil tinjauan dan usulan yang disampaikan pemerintah daerah. Tim teknis akan menyempurnakan desain perencanaan agar pembangunan berjalan efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
“Sinergi yang terjalin dengan baik antara pemerintah kabupaten dan provinsi menjadi kunci keberhasilan pembangunan ini. Kami berkomitmen agar seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tegas Gibson Panjaitan.
Dengan terealisasinya program ini, diharapkan permasalahan kekurangan air pada musim kemarau serta risiko banjir pada musim hujan dapat teratasi dengan baik. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata perhatian pemerintah dalam membangun infrastruktur yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.(a.p1000)
