SLB E Negeri Pembina Sumut Terima Bantuan Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana 2026

MEDAN, KLIK7TV.CO.ID – Kabar baik datang darIi SLB E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara. Sekolah ini resmi menerima bantuan program revitalisasi sekolah terdampak bencana tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK).

Program revitalisasi ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana.

Kepala SLB E Negeri Pembina, Mardi Panjaitan, S.Pd., M.Si, Rabu (15/4/2026) menyampaikan bahwa pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai.

“Sekolah telah membentuk Panitia P2SP yang melibatkan komite sekolah, orangtua siswa, serta masyarakat sekitar. Panitia juga sudah melaksanakan rapat pembagian tugas sebagai langkah awal pelaksanaan revitalisasi secara swakelola,” ujarnya.

Koordinasi dan Persiapan Matang
sebagai bentuk komitmen dan akuntabilitas, pihak sekolah juga telah melaporkan secara resmi kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I serta Kabid Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara terkait dimulainya pekerjaan revitalisasi tersebut.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan dan perencanaan yang telah disepakati.
13 Menu Revitalisasi untuk Peningkatan Fasilitas,” ujarnya.

Dalam program ini, SLB E Negeri Pembina mendapatkan 13 paket atau menu revitalisasi, yang meliputi Rehabilitasi ruang kelas, Perpustakaan, Ruang administrasi, Ruang keterampilan, Kamar mandi/WC, Masjid Sekolah dan Pagar.

“Perbaikan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” katanya.

Mardi Panjaitan berharap seluruh proses revitalisasi dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu sesuai perjanjian kerja sama (PKS), yaitu dalam waktu 150 hari kerja.

“Harapan kami, pekerjaan ini dapat berjalan dengan baik, tepat waktu, dan memberikan manfaat besar bagi seluruh warga sekolah,” ungkapnya.

Menariknya tambah Mardi, proses revitalisasi ini juga melibatkan masyarakat sekitar, termasuk orangtua siswa yang memiliki keahlian sebagai tukang. Keterlibatan ini tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap sekolah.

Atas bantuan yang diberikan, pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa syukur kepada pemerintah pusat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan perhatian melalui program revitalisasi ini. Ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap pendidikan, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus,” tutup Mardi.

Dengan adanya program revitalisasi ini, SLB E Negeri Pembina diharapkan akan tampil lebih indah, rapi, dan nyaman, sehingga mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal bagi para siswa.

Sementara itu Ketua P2SP Fransiskus Sitepu mengatakan semoga proses pembangunan ini bisa berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan apa yg telah di programkan pemerintah.

Guna mendukung pembelajaran, Kepsek Mardi secara swadana memperbaiki 40.unit komputer rusak dan 40 mesin jahit terdampak banjir. “Semua fasilitas pendukung praktek siswa -siswi selesai diperbaiki dan bisa dipakai kembali seperti semula,” ujarnya.

Reporter : Marlan Pasaribu

Pos serupa