TAPIT, KLIK7TV.CO.ID + Kebijakan Erikson Sianipar selaku pendiri Yayasan Bisukma yang memberikan solusi dengan pengucuran dana pinjaman kepada Koperasi Tumbuh Sejahtera Bersama Petani (TSBP) guna pelunasan tagihan para supplier dapur MBG di Tapanuli Utara (Taput), mendapat apresiasi khususnya dari para supplier yang sempat kewalahan akibat macetnya pembayaran tagihan koperasi tersebut.
Sebelumnya, para supplier pemasok bahan untuk sejumlah dapur MBG di daerah Tapanuli Utara melalui Koperasi Tumbuh Sejahtera Bersama Petani (TSBP), kewalahan akibat modal usaha yang tertahan dampak dari macetnya pembayaran tagihan dari Koperasi TSBP pada saat itu diketuai Erni Mesalina Hutauruk yang saat ini sedang menjalani proses hukum dugaan penggelapan dalam jabatan .
Beruntung, Erikson Sianipar yang juga selaku ketua pengawas di Koperasi Tumbuh Sejahtera Bersama Petani mengambil solusi dan langkah konkrit untuk mengatasi kesulitan para supllier tersebut.
Rico Tambunan, salah satu supplier pemasok bahan untuk dapur MBG yang tergabung dalam yayasan Bisukma Grup menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pendiri Yayasan Bisukma Erikson Sianipar atas solusi yang diberikan untuk pembayaran tagihan macet kepada mereka para supplier tersebut.
“Sebenarnya persoalan macetnya pembayaran tagihan kepada kami supplier adalah persoalan kami dengan koperasi yang saat itu diketahui oleh Ibu Erni Hutauruk. Pesanan barang saat itu langsung kepada supplier oleh ketua koperasi lama . akibat adanya konflik internal koperasi membuat tersendatnya pembayaran ke supplier. Namun bapak Erikson Sianipar memberikan solusi melalui yayasan bisukma memberikan pinjaman kepada koperasi baru yang sudah dipimpin bapak Hendra Sipahutar untuk membayarkan hutang koperasi kepada kami,”kata Rico Tambunan supolier pemasuk sayur-mayur itu kepada wartawan yang diwawancarai, baru-baru ini
Rico menjelaskan, setelah beberapa kali pertemuan untuk verifikasi data hutang – putang tersebut, para supplier yang sudah terdata memiliki tagihan kepada koperasi TSBP itu pun sudah menerima pelunasan hutang koperasi tersebut pada tanggal 20 Mei 2026, lalu
“Kami sangat terbantu dan tidak kewalahan lagi untuk modal kelanjutan usaha kami. Sekali lagi terima kasih untuk bapak Erikson Sianipar, Yayasan Bisukma, dan pengurus Koperasi yang baru yang saat ini diketuai bapak Hendra Sipahutar,”katanya.
Liberty Siagian pemilik UD. BANG DANI turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pendiri yayasan Bisukma Erikson Sianipar.
Ia menjelaskan, persoalan macetnya pembayaran tagihan oleh Koperasi yang saat itu diketuai Erni Hutauruk sempat membuat kendala bagi kelangsungan usaha mereka. Ada sekitar lebih dari 30 supplier yang mengalami keterlambatan pembayaran yang terjadi sejak Februari, Maret hingga April 2026.
Menurutnya, macetnya pembayaran itu merupakan dugaan kesengajaan dari pengurus lama koperasi. Pasalnya, uang untuk pembayaran pasokan bahan supplier sudah lebih awal telah cair dari BGN hingga ke Koperasi.
Namun diduga tidak langsung dibayarkan oleh koperasi kepada para supplier, dimana suplier sangat membutuhkan pembayaran segera demi kelangsungan usaha tegasnya.
Liberty Siagian sebagai pemasok buah bersyukur persoalan tagihan macet akhirnya bisa teratasi atas adanya kebijaksanaan dari Erikson Sianipar yang melalui Yayasan Bisukma memberikan pinjaman kepada koperasi yang sudah diketuai Hendra Sipahutar untuk membayarkan tagihan para suplier yang sempat tertunda akibat konflik internal.
Liberty menjelaskan, awalnya mereka sempat merasakan kecemasan soal kejelasan pembayaran tagihan mereka kepada koperasi TSBP. Pasalnya, tagihan para supplier di transaksikan pada saat Erni Hutautuk masih menjabat Ketua Koperasi. Namun, pengurus koperasi yang baru akhirnya mengundang mereka para supplier untuk memberikan data tagihannya kepada koperasi.
“Ada beberapa kali pertemuan kami para Supplier dengan konsultan yang dihunjuk pengurus koperasi yang baru untuk mengetahui siapa supplier yang belum menerima pembayaran untuk bisa mengetahui data-datanya. Dan setelah beberapa kali, pertemuan tercapailah kesepakatan bahwa hutang akan dilunaskan pada kami tanggal 20 mei 2026 . Ungkapnya kepada media. puji syukur dan terima kasih kepada bapak erikson, karena kebijakan dan upaya beliau usaha kami sudah menerima pelunasan itu. Kami sudah bisa bekerja lebih maksimal lagi. Karna uang yang tertahan di jaman ibu Erni, sudah kami terima melalui bapak Hendra atas kebijaksanaan bapak Erikson,” ucapnya.
Sementara itu, Hendra Sipahutar, Ketua Koperasi Tumbuh Sejahtera Bersama Petani mengatakan, sebagai ketua koperasi TSBP yang baru, ia bekerjasama dengan konsultan telah menghubungi para supplier yang terdata sebagai supplier koperasi TSBP untuk mempertanyakan dan menanyakan soal hutang piutang antara supplier dan koperasi TSBP yang ditransaksikan saat Erni Hutauruk masih menjabat ketua. Koperasi.
“Dan setelah beberapa kali pertemuan, akhirnya sudah disepakati jumlah hutang koperasi kepada para Supplier sebesar Rp.2.9 Miliar. Dan hutang itu sudah dilunaskan,” terangnya.
Menurutnya, jika ada pihak lainnya yang mengklaim masih memiliki piutang terhadap koperasi TSBP, hal itu bukan lagi tanggung jawabnya.
“Karena semua suplier telah di undang untuk hadir dan rapat untuk memberikan validasi data tagihan kepada supplier jelasnya.
Erni mesalina Hutauruk ketika dikonfirmasi wartawan melalui telp selulernya menjelaskan tidak bersedia memberikan data dan anggaran koperasi apabila tidak diaudit oleh tim independen dan akuntan publik resmi dan tidak mengakui kepengurusan koperasi baru.
Terkait pembayaran kepada suplier Erni mesalina Hutauruk menjelaskan belum sepenuhnya terbayar kepada suplier pungkasnya kepada awak media.@Leonard
