By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KLIK7TVKLIK7TVKLIK7TV
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Headnews
  • Daerah
  • POLRI
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Megapolitan
  • TNI
    • TNI AD
    • TNI AL
    • TNI AU
Reading: TNI AL Gagalkan Penyrludupan CPMI NON-Prosedural Di Perairan Nunukan
Share
Font ResizerAa
KLIK7TVKLIK7TV
  • Home
  • Headnews
  • Daerah
  • POLRI
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Megapolitan
  • TNI
  • Home
  • Headnews
  • Daerah
  • POLRI
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Megapolitan
  • TNI
    • TNI AD
    • TNI AL
    • TNI AU
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KLIK7TV > Blog > TNI AL > TNI AL Gagalkan Penyrludupan CPMI NON-Prosedural Di Perairan Nunukan
TNI AL

TNI AL Gagalkan Penyrludupan CPMI NON-Prosedural Di Perairan Nunukan

admin
Last updated: January 21, 2025 5:58 am
admin
1 year ago
Share
SHARE

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah perairan Indonesia, kali ini TNI AL melalui Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan berhasil menggagalkan penyelundupan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Non-Prosedural yang hendak diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia bertempat di Perairan Nunukan, Kalimantan Utara. Senin (20/01).

Komandan Lanal Nunukan Kolonel Laut (P) Handoyo menyampaikan bahwa kejadian bermula ketika tim SFQR Lanal Nunukan sedang melaksanakan patroli rutin yang berlangsung sejak pukul 07.00 WITA di Perairan Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Selanjutnya tim melihat sebuah speedboat hijau mencurigakan bermesin 40 PK yang melaju dengan kecepatan tinggi dari Perairan Nunukan menuju Sei Ular. Tim segera mengejar dan berhasil menghentikan speedboat tersebut

Saat dilakukan pemeriksaan ditemukan 8 orang berada didalam speedboat yang terdiri dari 1 orang motoris berinisial N, 7 orang CPMI non prosedural (5 pria, 1 wanita dan 1 balita berusia 5 bulan) dimana seluruhnya tidak memiliki dokumen resmi. Selanjutnya seluruh penumpang speedboat dibawa menuju Mako Lanal Nunukan guna pemeriksaan lebih lanjut dan pengecekan kesehatan.

Setelah dilakukan pendataan identitas dari para CPMI non prosedural ini diketahui berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Selatan (Sulsel). Menurut pengakuannya, mereka dijanjikan pekerjaan di sebuah perkebunan sawit di Malaysia.

Diketahui bahwa para CPMI non prosedural tersebut dikenakan biaya 500RM atau sekitar Rp. 1,5 Juta per orang untuk biaya dari daerah asal menuju Kalabakan, Malaysia. Sedangkan motoris atas nama N mengaku tidak mengetahui bahwa penumpangnya adalah CPMI non prosedural. N diperintah oleh seseorang berinisial M, untuk mengantar mereka tujuan Sei Ular – Nunukan dengan biaya RP. 70.000/orang.

“TNI AL dalam hal ini Lanal Nunukan tidak akan memberikan celah bagi sindikat penyelundupan manusia yang memanfaatkan jalur laut untuk kepentingan ilegal. Keberhasilan ini juga merupakan bukti bahwa TNI AL selalu sigap dan siap dalam melindungi setiap warga negara Indonesia dari ancaman perdagangan manusia dan eksploitasi tenaga kerja,” Tegas Danlanal Nunukan saat konferensi pers di Mako Lanal Nunukan.

Dalam operasi ini, Lanal Nunukan juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 unit speedboat, koper dan tas berisi pakaian, serta beberapa dus berisikan makanan.

Dan pada hari yang bersamaan juga, Lanal Nunukan menyerahkan terduga para CPMI Non-Prosedural, motoris, serta speedboat tersebut kepada Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kaltara guna dilaksanakan proses hukum lebih lanjut sesuai regulasi yang berlaku.

Dengan semakin ketatnya pengamanan di wilayah perairan perbatasan, diharapkan tidak ada lagi WNI yang menjadi korban jaringan perdagangan manusia. Keberhasilan prajurit Lanal Nunukan tersebut tentunya sesuai dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yaitu TNI AL berkomitmen untuk terus menjaga kedaulatan negara dan keselamatan warga negara Indonesia dengan memaksimalkan pengawasan perbatasan maritim guna mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan manusia terutama di wilayah perairan nusantara.@Red

You Might Also Like

Peduli Sesama, Alumni AAL Angkatan 40 Selenggarakan Donor Darah Di Dislitbangal
Pagar Laut Ilegal Di Tangerang Sudah Tercabut 9 Km, TNI AL: Lebih Cepat Kita Selesaikan, Lebih Cepat Nelayan Bisa Melaut
Kodaeral III Rayakan Hut Ke-80 Tni Al Dengan Menggelar Bakti Sosial Dan Bakti Kesehatan Dengan Masyarakat Maritim
TNI AL Alumni AAL 43/1997 Distribusikan Bantuan Pada Masyarakat Terdampak Bencana Sumatra Dan Maluku Utara
TNI AL Bersama Masyarakat Temukan Tiga Jenazah Korban Laka Laut Speed Boat Pembawa Tim Sepakbola
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Print
Previous Article LP-KPK Apresiasi Mabes Polri yang Cepat Tanggap Proses Kasus Dugaan Penjeratan Utang dan TPPO
Next Article Gempar Dukung Tindakan Kejaksaan Tinggi Negeri Humbang Hasundutan
about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Find Us on Socials

© KLIK7TV
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?