JAKARTA TIMUR – Terminal Terpadu Pulo Gebang yang berstatus sebagai terminal tipe A dan diklaim beroperasi selama 24 jam kembali mendapat keluhan dari para penumpang. Masalah utama yang disorot adalah kenyamanan fasilitas dasar, khususnya penutupan akses toilet yang dilakukan terlalu dini, padahal aktivitas keberangkatan bus antarkota masih berjalan.
Berdasarkan laporan yang diterima pada Selasa (2/6/2026), seorang penumpang menyampaikan kekecewaannya karena fasilitas toilet di kawasan terminal sudah dikunci dan tidak bisa diakses mulai pukul 22.00 WIB. Padahal pada jam tersebut, masih banyak warga yang sedang menunggu jadwal keberangkatan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang beroperasi hingga malam bahkan dini hari.

“Sangat merugikan. Terminal ini kan dikatakan buka 24 jam, tapi toilet saja sudah tutup jam 10 malam. Kami yang harus menunggu bus sampai larut malam kesulitan mencari tempat buang air,” ujar salah satu penumpang yang menolak disebutkan namanya.
Penumpang tersebut menilai hal ini sangat tidak wajar. Sebagai terminal induk terbesar di Jakarta yang melayani ribuan orang setiap harinya, ketersediaan fasilitas sanitasi yang berfungsi terus-menerus seharusnya menjadi prioritas utama demi kebutuhan dasar dan kesehatan pengguna jasa.
Fakta di Lapangan
Secara regulasi dan informasi resmi, Terminal Pulo Gebang memang ditetapkan beroperasi penuh selama 24 jam. Tercatat ada sekitar 21 titik toilet yang tersebar di berbagai lantai dan zona keberangkatan. Namun dalam praktiknya, banyak titik tersebut yang ditutup lebih awal.
Dari pantauan di lapangan, penutupan dini ini disinyalir disebabkan oleh keterbatasan jumlah petugas kebersihan serta jadwal kerja yang belum disesuaikan sepenuhnya dengan jam operasional terminal. Akibatnya, hanya sedikit titik toilet yang tetap dibuka, bahkan ada bagian yang sama sekali tidak bisa diakses penumpang pada malam hari.
Harapan dan Rekomendasi
Para penumpang berharap pengelola terminal dapat segera mengevaluasi manajemen fasilitas. Sebagai fasilitas umum skala besar, kenyamanan dan keamanan pengguna harus menjadi fokus utama, termasuk ketersediaan toilet yang bersih dan terbuka kapan saja.
Berikut sejumlah langkah yang disarankan agar keluhan serupa tidak terus berulang:
1. Penyesuaian Jadwal Kerja: Mengatur jadwal petugas kebersihan dalam sistem 3 shift agar penjagaan, kebersihan, dan keterbukaan toilet terjaga selama 24 jam.
2. Pembagian Titik Layanan: Memastikan setidaknya sebagian titik toilet tetap dibuka dan berfungsi optimal pada jam-jam sepi atau malam hari, sehingga penumpang tetap memiliki akses.
3. Informasi Jelas: Memasang papan petunjuk yang mudah dibaca mengenai titik toilet mana saja yang beroperasi sepanjang waktu, agar penumpang tidak kebingungan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola Terminal Pulo Gebang terkait keluhan mengenai fasilitas ini. Masyarakat berharap perbaikan segera dilakukan agar citra terminal ini sebagai pelayanan publik yang prima benar-benar terwujud.@DM
