Komunitas Peduli Literasi Sumatera Utara Berbagi Buku untuk Korban Bencana di Tukka, Wujud Nyata Kebangkitan Melalui Literasi.

TAPTENG, KLIK7TV.CO.ID – Semangat Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan upacara seremonial, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang digelar Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah di lokasi terdampak bencana, Komunitas Peduli Literasi Sumatera Utara hadir mengambil bagian dengan menggelar gerakan sosial “Berbagi Buku, Bersama Pulihkan Semangat Anak Negeri” di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat kolaborasi kemanusiaan dan pendidikan yang dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang tahun ini dipusatkan di kawasan terdampak bencana, tepatnya di Lapangan SD Darurat Sigiring-giring, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah memilih lokasi tersebut sebagai simbol bahwa kebangkitan bangsa harus dimulai dari daerah yang sedang mengalami ujian dan membutuhkan perhatian bersama.

Komunitas Peduli Literasi Sumatera Utara bersama sejumlah organisasi yaitu Forum masyarakat literasi indonesia,
Penerbit merdeka kreasi group, Anugrah Bersama Cahaya, Penerbit Bumi Aksara group,
Ikatan mahasiswa anti korupsi, Barisan mahasiswa peduli sumatera utara
hadir membawa bantuan berupa paket buku bacaan dan buku pendidikan yang diperuntukkan bagi anak-anak terdampak bencana di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah Khususnya Kecamatan Tukka. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat baru bagi anak-anak agar tetap memiliki akses belajar dan semangat menuntut ilmu meskipun berada dalam kondisi pascabencana.

Koordinator relawan Komunitas Peduli Literasi Sumatera Utara Mhd Hanafiah Lubis menyampaikan bahwa kegiatan berbagi buku ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi anak-anak yang terdampak bencana. Bencana tidak hanya berdampak terhadap infrastruktur dan ekonomi masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi psikologis anak-anak serta keberlangsungan pendidikan mereka.
“Literasi adalah cahaya masa depan. Ketika bencana datang, yang harus kita pulihkan bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga harapan, semangat, dan mimpi anak-anak Indonesia. Karena itu, kami hadir melalui gerakan berbagi buku sebagai bentuk kepedulian nyata,” ungkap perwakilan Komunitas Peduli Literasi Sumatera Utara.

3000 eksemplar Buku dalam 50 paket bingkisan buku yang telah dipersiapkan sebelumnya dikumpulkan oleh Komunitas Peduli literasi Sumatera Utara. Buku-buku tersebut terdiri dari buku bacaan anak, buku referensi, serta berbagai bahan literasi yang dapat membantu proses belajar peserta didik di wilayah terdampak.

Momentum kegiatan menjadi semakin bermakna karena dilaksanakan bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah memperingati Harkitnas ke-118 dengan cara berbeda, yakni menggelar upacara langsung di lokasi bencana sebagai simbol kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami masa sulit.

Upacara Hari Kebangkitan Nasional tersebut dipimpin oleh Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Muhammad Alan Haikel selaku inspektur upacara dengan mengusung semangat kebangkitan bangsa melalui pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, serta transformasi sosial menuju masa depan yang lebih baik. Tema yang diangkat dalam peringatan Harkitnas tahun ini menegaskan pentingnya menjaga generasi bangsa sebagai fondasi pembangunan nasional di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Di tengah pelaksanaan kegiatan, para relawan Komunitas Peduli Literasi Sumatera Utara juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dan peserta didik. Kehadiran relawan membawa suasana hangat sekaligus menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial merupakan salah satu bentuk nyata kebangkitan nasional.
Kegiatan berbagi buku ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga mengaku merasa terbantu dan terharu atas perhatian yang diberikan berbagai komunitas dari luar daerah yang datang membawa semangat baru bagi anak-anak mereka.

Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Tukka menyampaikan apresiasi atas gerakan literasi tersebut. Menurutnya, bantuan buku menjadi sesuatu yang sangat penting karena pendidikan merupakan kebutuhan jangka panjang yang harus tetap berjalan meskipun daerah sedang menghadapi masa pemulihan pascabencana.

Rangkaian kegiatan berlangsung penuh semangat. Paket-paket buku yang sebelumnya telah dipersiapkan secara khusus diserahkan langsung oleh Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu S.H., M.H. secara simbolis kepada pihak sekolah dan perwakilan penerima manfaat. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan antusiasme relawan dan masyarakat yang bersama-sama membangun optimisme baru di tengah situasi pascabencana.

Dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah melalui
sekretaris dinas Ibu susylawati, S.Pd., M.Si menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Komunitas Peduli Literasi Sumatera Utara beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan berbagi buku bagi anak-anak terdampak bencana di Kecamatan Tukka. Kepedulian ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dan literasi merupakan tanggung jawab bersama. Bantuan buku yang diberikan bukan sekadar sarana belajar, tetapi juga penyemangat bagi generasi muda untuk terus bangkit dan menatap masa depan dengan optimis.

Gerakan berbagi buku ini sekaligus menjadi pengingat bahwa literasi memiliki peran penting dalam proses pemulihan sosial. Buku bukan sekadar media pembelajaran, tetapi juga jendela harapan yang dapat membantu anak-anak membangun kembali mimpi dan masa depan mereka.
Komunitas Peduli Literasi Sumatera Utara menegaskan bahwa kegiatan ini bukan menjadi langkah terakhir, melainkan bagian dari komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program-program pendidikan, penguatan budaya literasi, serta gerakan sosial kemanusiaan lainnya.

Semangat “Bersama Pulihkan Semangat Anak Negeri” yang diusung dalam kegiatan ini menjadi pesan kuat bahwa kebangkitan bangsa dimulai dari kepedulian terhadap sesama. Ketika masyarakat bergerak bersama, bergandengan tangan membantu mereka yang membutuhkan, maka nilai-nilai kebangsaan dan gotong royong akan terus hidup di tengah kehidupan masyarakat Indonesia.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Kecamatan Tukka akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia menjelma menjadi momentum refleksi bahwa kebangkitan bangsa tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan harapan, pendidikan, dan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.

Melalui aksi nyata berbagi buku bagi anak-anak terdampak bencana di Tapanuli Tengah, Komunitas Peduli Literasi Sumatera Utara membuktikan bahwa literasi dapat menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan. Dari Tukka, semangat kebangkitan itu kembali disuarakan: membangun negeri dimulai dari membangun generasi, dan membangun generasi dimulai dari literasi.

Reporter : Marlan Pasaribu

Pos serupa