JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Proyek pekerjaan pemagaran tanah aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Perumahan Malaka Asri, Malaka Sari, Jakarta Timur, mendapat sorotan setelah wartawan dan LSM yang hendak melakukan investigasi di lokasi diduga mengalami penghalangan.
Berdasarkan pantauan Media Klik7TV.co.id di lapangan pada Senin (14/9/2026), terlihat dua orang berada di sekitar lokasi proyek. Salah satunya disebut memiliki postur tubuh kekar yang mengaku dirinya dari Kodim Jakarta Timur. Kehadiran kedua orang tersebut diduga untuk mengawasi serta menghalangi pihak luar yang hendak masuk ke lokasi pekerjaan.

Selain itu, berdasarkan pantauan di lapangan, wartawan dan LSM yang berada di sekitar lokasi juga disebut sempat direkam menggunakan telepon seluler.
Parluhutan dari Media Online KLIK7TV.CO.ID menduga keberadaan kedua orang tersebut berkaitan dengan upaya menghalangi kegiatan investigasi wartawan dan LSM di lokasi proyek.
“Kami menduga ada pihak yang ditempatkan di lokasi untuk menghalang-halangi wartawan dan LSM melakukan investigasi terhadap pekerjaan proyek ini,” ujar Parluhutan saat melakukan pemantauan di lapangan.
Parluhutan menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan kegiatan pemagaran tanah aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Perumahan Malaka Asri, Malaka Sari, Jakarta Timur.

Berdasarkan informasi yang tercantum pada papan proyek di lokasi, pekerjaan tersebut memiliki Nomor SPK EP-01M07DNYGDKJM1YZP7T4PE67BX tertanggal 18 Agustus 2026, dengan masa pelaksanaan selama 90 hari kalender.
Pelaksana pekerjaan tercantum atas nama CV Marudut Jaya, sedangkan konsultan pengawas tercantum PT Arsenio Rekatama Caraka.
Namun, pada papan informasi proyek yang dipantau di lokasi, tidak tercantum nilai pagu anggaran pekerjaan. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang ingin dikonfirmasi oleh wartawan dalam melakukan investigasi.
Saat wartawan KLIK7TV.CO.ID hendak meminta konfirmasi terkait dugaan keberadaan oknum anggota Kodim dan pihak lainnya di lokasi, pihak Suku Badan Pengelolaan Aset Daerah Kota Administrasi Jakarta Timur belum memberikan tanggapan hingga berita ini diturunkan.
Sementara itu, konsultan pengawas yang tercantum dalam papan proyek, yakni PT Arsenio Rekatama Caraka, juga belum terlihat berada di lokasi saat wartawan melakukan pemantauan dan belum berhasil dimintai keterangan.
Terkait dugaan adanya keterlibatan oknum anggota Kodim maupun pihak lainnya dalam pengamanan lokasi proyek, KLIK7TV.CO.ID masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi yang membenarkan maupun membantah dugaan tersebut.
Media KLIK7TV.CO.ID tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi CV Marudut Jaya, PT Arsenio Rekatama Caraka, Suku Badan Pengelolaan Aset Daerah Kota Administrasi Jakarta Timur, maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini.@Red/Par