JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Kamis (21/5), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta melaksanakan kegiatan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sejumlah mitra strategis pembinaan kemandirian di Gedung 2 Lapas Narkotika Jakarta. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat program pembinaan warga binaan melalui konsep “Dari Binaan Menjadi Entrepreneur”.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan DK Jakarta, Heri Azhari bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), PT. Pancanaka Nusantara Jaya, PT. Sentosa Garmindo Pratama, PT. Cakrawala Langit Persada, Yayasan Qudwah Al-Barosiyah, serta Julee Cuture. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat implementasi pembinaan kemandirian di seluruh Lapas dan Rutan se-DK Jakarta melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan mitra sosial.
Program tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya warga binaan yang memiliki keterampilan, mental kewirausahaan, serta kesiapan untuk kembali ke masyarakat secara produktif dan mandiri. Selain sebagai bentuk sinergi lintas sektor, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang diselenggarakan oleh BPSDM Kementerian Dalam Negeri dengan peserta Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Dr. Syarpani.
Melalui proyek perubahan bertajuk “Dari Binaan Menjadi Entrepreneur”, pembinaan pemasyarakatan diarahkan tidak hanya sebagai proses pembinaan perilaku, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas warga binaan. Dalam sambutannya, Heri Azhari menyampaikan bahwa kerja sama strategis ini menjadi langkah penting dalam membangun sistem pembinaan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
“Pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang pembinaan kepribadian, tetapi juga bagaimana menciptakan warga binaan yang memiliki keterampilan dan daya saing. Melalui sinergi ini, kami ingin menghadirkan pembinaan yang mampu mengubah warga binaan menjadi pribadi yang produktif dan siap menjadi entrepreneur setelah kembali ke masyarakat,” ujar Heri Azhari.

Sementara itu, Dr. Syarpani menegaskan bahwa pembinaan kemandirian harus dibangun melalui kolaborasi nyata dengan berbagai pihak agar memberikan dampak jangka panjang bagi warga binaan. “Konsep Dari Binaan Menjadi Entrepreneur merupakan upaya untuk mengubah paradigma pembinaan menjadi lebih produktif dan berorientasi masa depan,” ungkapnya.
