Idul Fitri 1447 H: Dari Kesucian Hati ke Integritas Negeri — Sekda Humbahas Chiristison Rudianto Marbun Serukan Spirit Keimanan, Pelayanan, dan Persatuan

KLIK7TV.CO.ID., HUMBAHAS – Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi tidak sekadar menjadi perayaan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. Lebih dari itu, hari yang fitri ini menjadi ruang kontemplasi, penyucian jiwa, serta momentum membangkitkan kembali nilai-nilai keimanan yang hakiki dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Dalam semangat yang sarat makna tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan, Chiristison Rudianto Marbun, S.Pd., M.M., menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat, sembari mengajak semua pihak untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik balik dalam memperkuat integritas, keikhlasan, serta komitmen membangun daerah.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita pribadi yang kembali kepada fitrah bersih hati, jernih pikiran, dan tulus dalam setiap langkah,” ungkapnya.

Menurut Chiristison, esensi Idul Fitri tidak berhenti pada tradisi saling bermaafan, namun lebih dalam dari itu adalah kembali kepada fitrah kemanusiaan yang suci sebagaimana manusia diciptakan tanpa noda dan penuh potensi kebaikan.

Ia menekankan bahwa Ramadan telah menjadi madrasah spiritual yang mendidik manusia untuk menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.

“Ramadan mengajarkan kita tentang kesabaran, kejujuran, keikhlasan, dan kepedulian. Idul Fitri adalah momentum untuk memastikan bahwa nilai-nilai itu tidak hilang, tetapi justru menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai taqwa sebagai fondasi utama dalam bertindak baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan pekerjaan.

“Taqwa bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi bagaimana kita menghadirkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap keputusan, dalam setiap pekerjaan, dan dalam setiap interaksi dengan sesama,” tambahnya.

Bekerja dengan jujur adalah ibadah. Melayani masyarakat dengan tulus adalah bentuk pengabdian. Dan menjaga amanah adalah bagian dari keimanan. Inilah nilai-nilai yang harus kita hidupkan pasca Ramadan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap jabatan adalah amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan, tidak hanya di hadapan masyarakat, tetapi juga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

“Jabatan bukan sekadar kedudukan, tetapi amanah. Dan setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, mari kita jalankan tugas dengan hati yang bersih dan niat yang lurus,” ujarnya.

Dalam konteks sosial, Sekda Humbahas juga menyoroti pentingnya menjaga ukhuwah atau persaudaraan, baik dalam lingkup umat beragama maupun antar sesama warga masyarakat yang beragam.

Ia menilai bahwa keberagaman di Humbang Hasundutan merupakan anugerah yang harus dirawat dengan sikap saling menghormati, toleransi, dan semangat kebersamaan.

Sebagai Sekretaris Daerah, Chiristison menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan yang diperoleh selama Ramadan harus tercermin dalam kualitas pelayanan publik. Ia menilai bahwa birokrasi yang baik tidak hanya ditopang oleh sistem yang kuat, tetapi juga oleh moralitas aparatur yang berlandaskan iman dan etika.

Dalam pandangannya, kejujuran adalah bentuk ibadah, kedisiplinan adalah wujud tanggung jawab, dan pelayanan kepada masyarakat adalah bagian dari pengabdian kepada Tuhan.

Bekerja dengan jujur adalah ibadah. Melayani masyarakat dengan tulus adalah bentuk pengabdian. Dan menjaga amanah adalah bagian dari keimanan. Inilah nilai-nilai yang harus kita hidupkan pasca Ramadan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap jabatan adalah amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan, tidak hanya di hadapan masyarakat, tetapi juga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

“Jabatan bukan sekadar kedudukan, tetapi amanah. Dan setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, mari kita jalankan tugas dengan hati yang bersih dan niat yang lurus,” ujarnya.

Dalam konteks sosial, Sekda Humbahas juga menyoroti pentingnya menjaga ukhuwah atau persaudaraan, baik dalam lingkup umat beragama maupun antar sesama warga masyarakat yang beragam.

Ia menilai bahwa keberagaman di Humbang Hasundutan merupakan anugerah yang harus dirawat dengan sikap saling menghormati, toleransi, dan semangat kebersamaan.

“Idul Fitri mengajarkan kita untuk saling memaafkan, menghapus sekat-sekat perbedaan, dan mempererat persaudaraan. Inilah kekuatan kita sebagai bangsa persatuan dalam keberagaman,” ungkapnya.

Menurutnya, harmoni sosial adalah pondasi utama dalam menciptakan stabilitas dan kemajuan daerah. Tanpa kebersamaan, pembangunan tidak akan berjalan optimal.

Lebih lanjut, Chiristison mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai energi baru dalam membangun Kabupaten Humbang Hasundutan yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Ia optimistis bahwa dengan semangat baru, hati yang bersih, dan niat yang tulus, seluruh tantangan pembangunan dapat dihadapi secara bersama-sama.

“Idul Fitri adalah awal yang baru. Mari kita tinggalkan segala hal negatif, perkuat semangat gotong royong, dan bergerak bersama untuk kemajuan daerah yang kita cintai ini,” ajaknya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, karena pembangunan tidak dapat berjalan tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh pihak.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kepercayaan, partisipasi, dan kebersamaan dari masyarakat. Dengan semangat Idul Fitri, mari kita bangun sinergi yang lebih kuat,” tambahnya.

Menutup pesannya, Sekda Humbahas kembali mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum refleksi mendalam bukan hanya tentang hubungan antar sesama manusia, tetapi juga hubungan dengan Tuhan.

Ia berharap, semangat spiritual yang terbangun selama Ramadan dapat terus dijaga dan menjadi cahaya dalam menjalani kehidupan ke depan.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita, melimpahkan keberkahan dalam setiap usaha, serta menguatkan iman dan ketulusan kita dalam membangun Humbang Hasundutan yang lebih baik,” tutupnya. (@HRP)

Related posts

PLN UID Sumatera Utara Pastikan Listrik Andal Jelang Idulfitri 1447 H, GM Tinjau Langsung Kesiapan Sistem Hingga Monitoring Posko Siaga

PLN UID Sumatera Utara Siapkan 113 SPKLU di 91 Lokasi Strategis, Dukung Kenyamanan Mudik Kendaraan Listrik Saat Idulfitri 1447 H

TPT Ambruk Di Desa Sosorgonting, Dugaan “Rayap Besi Berkaki Dua” Mencuat