Satgas P2MI PROJO Soroti Fenomena Maraknya LPK yang Salahgunakan Wewenang Secara Masif di Medsos

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Kasus dugaan penipuan puluhan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ciremai Global Academy di Babakan, Kabupaten Cirebon, Propinsi Jawa Barat (Jabar) memantik reaksi keras dari Satuan Tugas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Satgas P2MI) PROJO.

Ketua Satgas P2MI PROJO, Judi Panca Nugroho, S.Si (yang akrab disapa Yudi), mengecam keras peristiwa pengemplangan dana investasi yang merugikan masyarakat lintas daerah tersebut. Pihaknya menegaskan siap turun tangan mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Dengan adanya kejadian ini, kita Satgas P2MI PROJO sangat mengecam apa yang terjadi di masyarakat dan siap mengawal kasus ini,” ujar Judi Panca Nugroho, Minggu (31/5/2026).

Konsolidasi Lintas Wilayah di Jabar
Untuk memastikan pengawalan berjalan maksimal, Satgas P2MI PROJO langsung bergerak cepat melakukan koordinasi internal. Momentum Konferensi Daerah (Konferda) PROJO Jawa Barat 2026 yang tengah berlangsung dimanfaatkan sebagai wadah konsolidasi taktis.

“Dalam ikutsertaan di acara Konferda PROJO Jabar 2026, kami telah melakukan konsolidasi dengan Satgas P2MI Jabar dan kabupaten/kota di wilayah Cirebon Raya. Kami siap memantau kasus ini dengan bekerja sama secara ketat,” ucap Yudi.

Soroti Skema Perseorangan dan LPK Nakal di Media Sosial

Sebagai sosok yang juga menjabat selaku Sekjen asosiasi penempatan, Yudi mengungkapkan bahwa dirinya sudah berulang kali mengingatkan risiko besar di balik skema penempatan perseorangan ini melalui grup-grup komunikasi internal penempatan.

Menurutnya, penempatan pekerja migran dengan skema perseorangan sangat rentan menimbulkan kasus hukum yang merugikan masyarakat jika tidak diperhatikan secara serius oleh kementerian terkait.

Ia juga menyoroti fenomena maraknya LPK yang menyalahgunakan wewenang secara masif di media sosial.

“Banyak LPK-LPK yang seharusnya hanya boleh melatih calon pekerja migran saja, tetapi justru masif mempromosikan diri di media sosial untuk membuka lowongan pekerjaan di luar negeri dan memprosesnya melalui skema perseorangan melalui oknum,” kritik Yudi tegas.

Siap Bawa Masukan ke Direktorat Pelindungan PMI

Satgas P2MI PROJO tidak tinggal diam melihat celah regulasi yang dimanfaatkan oleh oknum LPK nakal tersebut. Langkah konkret jajaran pengurus pusat akan langsung dibawa ke tingkat kementerian pada pekan ini.

“Kita akan memberikan masukan langsung saat pertemuan dengan Direktorat Pelindungan Pekerja Migran pada hari Rabu nanti, agar keberadaan LPK-LPK ini dapat lebih jelas status dan batas kewenangannya,” ujar Yudi.

Sebelumnya diberitakan, rumah pengelola LPK Ciremai Global Academy di Desa Sumber Kidul digeruduk puluhan calon PMI dari berbagai daerah (Cirebon, Sukabumi, Cianjur, Indramayu, hingga Cilacap) karena gagal berangkat ke Eropa setelah menyetor uang puluhan hingga ratusan juta rupiah. Saat ini, penanganan kasus hukum tersebut telah resmi diambil alih oleh Satreskrim Polresta Cirebon. (Red)

Pos serupa