TPT Ambruk Di Desa Sosorgonting, Dugaan “Rayap Besi Berkaki Dua” Mencuat

HUMBAHAS. KLIK7TV. CO. IDInfrastruktur di Desa Sosorgonting, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan kembali menjadi sorotan. Tembok Penahan Tanah (TPT) di salah satu ruas jalan desa mengalami kerusakan parah setelah diterjang longsor, memicu kekhawatiran masyarakat akan keselamatan pengguna jalan. Rabu, (18/3/2026)

Dari pantauan Media di lokasi Panatapan terlihat badan jalan di sisi jembatan mengalami ambles cukup dalam. Struktur tanah di bawah TPT terkikis hingga membentuk rongga besar, sementara bagian penopang jembatan tampak menggantung dan berpotensi runtuh sewaktu-waktu. Besi pengaman di sisi jalan masih berdiri, namun kondisi tanah di bawahnya sudah tergerus drastis.

Warga sekitar menyebutkan bahwa longsor diduga akibat faktor alam, Bahkan muncul istilah sindiran tajam di tengah masyarakat, yakni “dimakan rayap besi berkaki dua”, yang mengarah pada pencurian pipa TPT tersebut

Ditambah warga setempat yang namanya tidak bersedia untuk dipublikasikan bahwa Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya penanganan cepat dari pihak terkait. Hingga saat ini, belum terlihat tanda-tanda perbaikan ataupun pengamanan area, padahal kerusakan tersebut sangat membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua dan roda empat yang melintas pada saat lintas dimalam hari.

Selain berpotensi memutus akses transportasi antar desa, kerusakan ini juga dapat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Jalur tersebut diketahui merupakan akses penting bagi warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui dinas BPBD terkait, agar segera turun tangan melakukan perbaikan sekaligus investigasi menyeluruh terhadap kualitas pembangunan TPT tersebut.

Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran dinilai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.“Kami butuh tindakan cepat, bukan hanya janji. Jangan sampai ada korban dulu baru bergerak,” tegas warga lainnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya soal penyelesaian proyek, tetapi juga menyangkut kualitas, pengawasan, dan tanggung jawab terhadap keselamatan publik. Jika dugaan penyimpangan benar adanya, maka aparat penegak hukum diminta untuk turut menyelidiki agar tidak ada lagi “rayap besi berkaki dua” yang merugikan masyarakat.(@HRP)

Pos serupa