By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KLIK7TVKLIK7TVKLIK7TV
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Headnews
  • Daerah
  • POLRI
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Megapolitan
  • TNI
    • TNI AD
    • TNI AL
    • TNI AU
Reading: Tudingan Pengoplosan Oli Bekas di Cilincing Dibantah, Pemberitaan Tendensius dan Tanpa Kondirmasi?
Share
Font ResizerAa
KLIK7TVKLIK7TV
  • Home
  • Headnews
  • Daerah
  • POLRI
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Megapolitan
  • TNI
  • Home
  • Headnews
  • Daerah
  • POLRI
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Megapolitan
  • TNI
    • TNI AD
    • TNI AL
    • TNI AU
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KLIK7TV > Blog > Megapolitan > Tudingan Pengoplosan Oli Bekas di Cilincing Dibantah, Pemberitaan Tendensius dan Tanpa Kondirmasi?
Megapolitan

Tudingan Pengoplosan Oli Bekas di Cilincing Dibantah, Pemberitaan Tendensius dan Tanpa Kondirmasi?

Jimmy Pasaribu
Last updated: June 15, 2025 5:52 pm
Jimmy Pasaribu
1 year ago
Share
SHARE

Jakarta – Ramai diberitakan di sejumlah media online soal dugaan pengoplosan oli bekas dengan bahan kimia di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Cilincing, Jakarta Utara, mendapat tanggapan tegas dari Ahmad Fathul Ghoni. 

Ia membantah keras tudingan tersebut dan menyebut seluruh pemberitaan itu tidak benar alias hoaks. Dalam keterangannya pada Minggu (15/6/2025), Ghoni menegaskan bahwa usaha yang di BKT tidak melakukan praktek pengoplosan oli bekas dengan bahan kimia yang berbahaya, sebagaimana yang diberitakan.

Bahkan dia menuding, media online lokal yang membuat pemberitaan narasinya tendesius dan mengandung opini unsur kebencian.

“Oli bekas dibeli langsung dari bengkel – bengkel resmi. Kemudian kami jual kembali kepada pihak-pihak yang membutuhkan untuk campuran aspal. Tidak ada pengoplosan atau pencapuran bahan kimia seperti yang dituduhkan,”ujar Ghoni. 

Ia juga mengkritik beberapa media online yang dinilai tidak mematuhi kode etik jurnalistik dalam pemberitaannya. Terang-terangan dirinya menyebut media seperti Warta.in dan Liputan 4 yang sudah di Takedown menyebarkan informasi tidak akurat dan tanpa verifikasi yang memadai.

“Tuduhan bahwa usaha itu dibekingi oleh pihak tertentu, seperti disebut oleh oknum berinisial NN dan FG, adalah tidak benar. Kami hanya menjembatani kepada wartawan yang meminta jatah upeti setiap bulannya,” tambahnya.

Ghoni mengajak semua pihak, khususnya media massa, untuk lebih berhati-hati dan mematuhi prinsip-prinsip jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Kami menghargai peran pers sebagai pilar demokrasi. Tapi tolong, mari berikan informasi yang berimbang dan sudah diverifikasi. Jangan membuat opini yang menyesatkan masyarakat dan merugikan orang lain,” imbuhnya. 

Salah satu awak media Indonesiaglobal.net, Rahmansyah menyatakan keberatan dengan adanya narasi pemberitaan yang dimuatnya kemudian dicopy paste tanpa konfirmasi terlebih dahulu.

“Saya juga konfirmasi ke Satpol PP melalui aplikasi perpesanan WhastApp. Jadi jika berita saya dikutip pihak pengelola usaha oli bekas keberatan dengan media yang mengutip. Itu hak pengusaha jika ingin membuat somasi,” ujar Rahmansyah. 

Dia juga meminta media menanyakan apakah media yang memuat pemberitaan melakukan konfirmasi kepada Kasatpol PP Cilincing, Yopri.

Adanya pemberitaan negatif dari media online lokal pihak Satpol PP kecamatan Cilincing bersama anggota Satpol PP kelurahan Marunda mengecek kembali tempat penampungan oli bekas yang saat ini ramai diberitakan. 

Irwansyah Martdiansyah Satpol PP kecamatan Cilincing didampingi anggota Satpol PP kelurahan Marunda menyampaikan, tidak ada unsur pengoplosan oli bekas dengan campuran bahan kimia. 

“Kami bersama anggota yang lain melakukan pengecekan dan membuat video dan foto buat laporan ke pimpinan bahwa disini tidak ada pengoplosan limbah zat kimia,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi usaha oli bekas tersebut juga angkat bicara. Ia menyatakan bahwa masyarakat sekitar telah lama mengetahui aktivitas usaha tersebut dan tidak pernah melihat adanya praktik ilegal.

“Saya tinggal persis di belakang gudangnya. Sejauh yang saya tahu, usaha ini tidak melakukan pengoplosan atau hal-hal yang berbahaya. Bahkan warga sini merasakan manfaatnya, karena setiap tahun kami mendapat bantuan sembako dari pengusaha oli itu,” ujarnya warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Ia juga mengungkap adanya oknum dari media tertentu yang datang ke lokasi dengan dalih meliput, namun berakhir dengan permintaan uang.

“Beberapa kali saya lihat langsung, ada yang datang dari media, tapi bukan untuk konfirmasi berita. Malah ujung-ujungnya minta uang bensin,” katanya. 

You Might Also Like

Usung Semangat “SIAP”, Judi Panca Nugroho Resmi Maju Jadi Calon Ketua Alumni Komisariat Fakultas Farmasi Universitas Pancasila Nomor Urut 1
Atas Arahan Menteri P2MI, Operasi Terpadu Pemulangan Pekerja Migran dari Oman Berhasil : Negara Tegas Lawan Perekrutan Ilegal
Kemnaker Kembali Raih Penghargaan Nasional Pengawasan Kearsipan dengan Kategori Sangat Memuaskan
Wedding Market Fair 2025, Swiss-Belinn Cawang Persembahkan Promo Eksklusif & Paket Pernikahan Lengkap
Hasil Pemilihan Ketua RW 011 Kampung Sawah Dinilai Cacat Prosedur, Walikota Diminta Copot Lurah Semper Timur
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Print
Previous Article TNI AL Bersama Tim Sar Gabungan Berhasil Evakuasi Mayat Tanpa Identitas Di Pantai IKarangsari Labuan
Next Article Polres Tapteng Pastikan Ibadah Minggu Berjalan Aman dan lancar
about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Find Us on Socials

© KLIK7TV
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?