MEDAN, KLIK7TV.CO.ID – Kondisi perlengkapan mesin yang digunakan untuk peraktek siswa-siswi SMK Negeri 14 Medan terdampak bencana banjir yang kondisinya rusak berat dan membutuhkan perhatian khusus Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Rombongan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen PVPKPKLK) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D bersama Direktur PKPLK Saryadi ST MBA, Kabid PKLK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Fauzi Hardiansyah ST M.Ak disambut Kepala SMKN 14 Medan Andriyanti Pasaribu SPd.
Dirjen merasa terkejut saat berkunjung di SMKN 14 Medan, Senin pagi (5/1/2026). Dia mengakui banyak mesin-mesin peraktek yang rusak berat dan perlu diganti segera. Dirinya akan berupaya mencari solusi atas permasalahan yang dialami sekolah tersebut.
Karenanya, Dirjen PKLK akan membantu perlengkapan yang telah rusak akibat bencana banjir dan mengusulkan anggaran tersebut.
Tatang berharap semoga keadaan bisa segera baik kembali dan direncanakan mudah-mudahan ada nanti bantuan dari Kementerian untuk membantu peralatan-peralatan yang rusak di SMKN 14 Medan apa yang rusak kategori banyak dan barangkali tidak semuanya bisa dibantu.
Pada kesempatan itu pula, Tatang Muttaqin juga menyerahkan bantuan pemulihan pembelajaran bagi satuan pendidikan terdampak bencana di SMKN 14 Medan. Penyerahan bantuan pemulihan pembelajaran berupa schoolkit diberikan secara simbolis 150 siswa.
Sedangkan data yang diusulkan terdapat jumlah 700 anak didik yang terdampak bencana banjir yang bermukim disekitar lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala SMKN 14 Medan Andriyanti Pasaribu akibat kerusakan peralatan peraktek ditaksir kerugian mencapai Rp 7 miliar untuk semua fasilitas pendukung pembelajaran siswa terdampak bencana banjir yang lalu.
“Kita berharap bisa dibantu semuanya yang rusak itu seperti mesin bubut, mesin las mesin potong, alat peraga kelistrikan, komputer, mobil peraktek yang terdampak banjir yang terendam sehingga tak berfungsi sampai tembok dinding pembatas sekolah yang juga telah roboh,” harapnya.
Kemendikdasmen berencana akan datang lagi. Tim dari PKLK yang akan mendata benar-benar berapa kerugian yang sebenarnya semua alat-alat apa yang rusak.
Andriyanti melaporkan bahwa sampai saat ini trafo listrik di SMKN 14 meledak dan mati total. “Kita juga ingin menurunkan daya listrik yang semula berdaya 345 kwh menjadi 195 kwh,” terangnya.
Lanjut Kasek, selama ini daya listrik itu digunakan untuk eks Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Medan. Biaya listrik tinggi dan sekolah kesulitan membayar tagihan rekeningnya.
“Tapi kalau sekarang karena sudah menjadi SMKN 14 dan bukan lagi tempat pelatihan kota Medan. Jadi jika daya turun kita masih bisa hemat biaya secara baik dengan daya yang sudah diturunkan itu,” tambah Andriyanti. (Marlan Pasaribu)
