JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menggelar Skill Test UBT Umum Sektor Perikanan Program Government to Government (G to G) Korea Selatan di MG Setos Hotel, Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu-Minggu (4-5/7). Sebanyak 1.063 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) mengikuti seleksi tersebut.
Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Ahnas, mengingatkan para peserta agar tidak berhenti belajar setelah mengikuti skill test.
Menurutnya, peningkatan kompetensi di bidang perikanan dan kemampuan berbahasa Korea menjadi bekal penting untuk bersaing di pasar kerja internasional.
“Jangan hanya mengikuti skill test lalu berhenti belajar. Terus tingkatkan kemampuan di bidang perikanan dan penguasaan bahasa. Kalau sekarang belum bisa, mulai sekarang terus belajar bahasanya,” ujar Ahnas, Minggu (5/7).
Ahnas mengatakan, para Calon Pekerja Migran Indonesia akan bersaing dengan calon pekerja migran dari 16 negara lain yang juga menargetkan penempatan kerja di Korea Selatan. Karena itu, peningkatan keterampilan menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
“Kita bersaing dengan 16 negara yang juga menempatkan pekerjanya ke Korea Selatan. Artinya, mulai sekarang harus terus berjuang meningkatkan kemampuan, khususnya di bidang perikanan,” ujarnya.
Selain kompetensi teknis, Ahnas juga menekankan pentingnya kesiapan mental sebelum bekerja di luar negeri. Menurutnya, sikap kerja dan ketahanan mental akan menjadi modal penting saat menghadapi tantangan di negara penempatan.
“Sikap mental juga penting. Kesiapan bekerja dan kesiapan mental harus terus dibina sejak sekarang, bersamaan dengan peningkatan kompetensi,” tuturnya.
Ahnas turut mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menyebut peserta skill test tahun ini berasal dari 20 provinsi, mulai dari Papua, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatra, hingga berbagai provinsi di Pulau Jawa.
Menurutnya, keterlibatan peserta dari berbagai wilayah menunjukkan semakin luasnya minat masyarakat untuk mengikuti program penempatan pekerja migran melalui skema G to G Korea Selatan. (ARMAN R)
