By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KLIK7TVKLIK7TVKLIK7TV
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Headnews
  • Daerah
  • POLRI
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Megapolitan
  • TNI
    • TNI AD
    • TNI AL
    • TNI AU
Reading: Rakor Riset Kelautan Bersama, Upaya Penguatan Riset Kelautan Nasional.
Share
Font ResizerAa
KLIK7TVKLIK7TV
  • Home
  • Headnews
  • Daerah
  • POLRI
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Megapolitan
  • TNI
  • Home
  • Headnews
  • Daerah
  • POLRI
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Megapolitan
  • TNI
    • TNI AD
    • TNI AL
    • TNI AU
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KLIK7TV > Blog > TNI AL > Rakor Riset Kelautan Bersama, Upaya Penguatan Riset Kelautan Nasional.
TNI AL

Rakor Riset Kelautan Bersama, Upaya Penguatan Riset Kelautan Nasional.

admin
Last updated: November 5, 2025 4:57 pm
admin
8 months ago
Share
SHARE

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – bertempat di Mako Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Ancol jakarta Utara, diselenggarakan Rapat Koordinasi Riset Kelautan Bersama, Selasa (4/11/2025).

Rapat yang membahas sinergi dan penguatan riset kelautan nasional, dipimpin oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., Penasihat Khusus Mendiktisaintek, Laksamana TNI (Purn) Prof. Marsetio, serta Danpushidrosal Laksamana TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., hadir pula perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan enam universitas dari wilayah timur Indonesia, yakni Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Universitas Pattimura (UNPATTI) Ambon, Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado, Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, dan Universitas Khairun (UNKHAIR) Ternate.

Dalam pembahasan, Laksamana TNI (Purn) Prof. Marsetio bersama Dr. Ir. Gellwynn Jusuf, M.Sc., dari Bappenas menekankan bahwa wilayah Indonesia Timur memiliki potensi kelautan yang luar biasa, namun masih membutuhkan penguatan riset yang signifikan. Keduanya menyoroti kebutuhan utama riset di bidang inventarisasi keanekaragaman hayati laut, pemantauan ekosistem pesisir, riset perikanan berkelanjutan, studi oseanografi dan perubahan iklim, serta kajian sosial-ekonomi maritim berbasis masyarakat lokal.

Selain itu, mengapresiasi dukungan Pushidrosal yang siap memfasilitasi riset nasional melalui penyediaan sarana dan prasarana penelitian, termasuk kapal riset terbaru KRI Canopus-936 yang akan memperkuat armada riset nasional pada tahun 2026.

Sementara itu, Dirjen Risbang Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dan lintas bidang dalam memperkuat kemandirian riset kelautan nasional. Riset kelautan, menurutnya, merupakan salah satu dari delapan prioritas riset nasional yang berperan strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maritim, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia peneliti di bidang tersebut.

Perwakilan perguruan tinggi dari wilayah timur Indonesia turut menyampaikan berbagai masukan dan aspirasi, terutama terkait keterbatasan fasilitas, pendanaan riset, serta perlunya pemerataan kesempatan dan jejaring kerja sama antar perguruan tinggi, dan menegaskan komitmen untuk berperan aktif dalam desain dan pelaksanaan riset kelautan yang selaras dengan kebijakan nasional.

BRIN dalam kesempatan tersebut menyoroti bahwa kolaborasi riset kelautan di Indonesia masih perlu diperkuat, mengingat banyak kegiatan ekspedisi dan penelitian yang belum optimal akibat keterbatasan infrastruktur. Ditekankan pula bahwa ketersediaan data laut yang akurat dan komprehensif sangat krusial, tidak hanya bagi pengembangan ilmu pengetahuan tetapi juga bagi kepentingan pertahanan negara.

Pushidrosal sebagai lembaga hidrografi nasional, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program riset kelautan. Hal ini telah dibuktikan melalui keberhasilan pelaksanaan tiga ekspedisi Jala Citra, yang menjadi contoh nyata sinergi antara lembaga pertahanan dengan sektor riset nasional.

Sebagai tindak lanjut, rapat menyepakati pembentukan Kelompok Kerja Terbatas (Pokja) yang melibatkan Kemendiktisaintek, BRIN, Bappenas, perguruan tinggi, dan Pushidrosal, dengan tema “Penguatan Riset Kelautan dan Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045.” Pokja ini akan berfokus pada pengembangan riset kelautan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada penguatan kemandirian riset nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia.

You Might Also Like

Hari Ke – 12 TNI AL Kembali Lepas Jenazah Prajurit Marinir, Total 15 Prajurit Telah Dievakuasi
Pelatihan Teknis Operator Radar Navigasi Dan GYRO 2025 Resmi Ditutup Di Kolinlamil
Kontigen Seskoal Meniju Ke Putaran Berikutnya Dalam Pekan Olah Raga Angkatan Laut Wilayah Barat
TNI AL Amankan Kapal Pengangkut Nikel Di Teluk Weda, Diduga Langgar Aturan Pelayaran Dan Minerba
Peringati HUT Kowal, KRI Banjarmasin -592 Gelar Aksi Donor Darah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Print
Previous Article 425 Orang Siswa SMAN 5 Medan Ikut Tes Kemampuan Akademik
Next Article Polres Tapteng Gelar Pembinaan dan Pemulihan Profesi Polri, Tekankan Kedisiplinan
about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Find Us on Socials

© KLIK7TV
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?