JAKARTA TIMUR, KLIK7TV.CO.ID – Kehadiran Mobil Klinik Hewan Keliling milik Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mendapat sambutan positif dari puluhan warga di RW 010 Billymoon, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (14/9/2026).
Layanan tersebut dinilai memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan bagi hewan peliharaan, khususnya warga yang memiliki keterbatasan akses ke klinik atau praktik dokter hewan.
Selain mudah dijangkau, biaya pelayanan Mobil Klinik Hewan Keliling juga dinilai relatif terjangkau dibandingkan tarif di sejumlah klinik hewan swasta.
Kasatpel KPKP Kecamatan Duren Sawit, Nur Hikmah, mengatakan layanan Mobil Klinik Hewan Keliling telah beberapa kali hadir di wilayah Kecamatan Duren Sawit, di antaranya di Kelurahan Pondok Bambu dan Pondok Kelapa.
Menurutnya, keberadaan layanan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga cukup antusias membawa hewan peliharaannya untuk diperiksa maupun berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan hewan.
“Alhamdulillah, antusias warga di Kecamatan Duren Sawit cukup aktif untuk berkonsultasi maupun membawa hewan peliharaannya ke Mobil Klinik Hewan Keliling yang merupakan kegiatan Dinas KPKP melalui Suku Dinas KPKP. Saat ini sudah 25 HPR terlayani kesehatannya,” kata Nur Hikmah.
Ia menjelaskan, berbagai keluhan kesehatan hewan dapat diperiksa melalui layanan tersebut, mulai dari gangguan flu, kesulitan buang air besar (BAB), hingga kesulitan buang air kecil.
Nur Hikmah menambahkan, layanan Mobil Klinik Hewan Keliling berbeda dengan program vaksinasi rabies gratis yang secara rutin dilaksanakan Suku Dinas KPKP. Pada pelayanan klinik hewan keliling, masyarakat dikenakan biaya sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan.
“Menurut para pasien, harganya masih di bawah harga klinik hewan praktik,” ujarnya.
Selain mendapatkan pelayanan kesehatan, pasien yang membawa hewan penular rabies (HPR) juga mendapatkan tanaman obat keluarga (TOGA) secara gratis.
Nur Hikmah berharap keberadaan Mobil Klinik Hewan Keliling dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama warga yang tinggal jauh dari klinik maupun praktik dokter hewan.
“Harapannya, kegiatan klinik mobil hewan ini bisa menjangkau warga atau masyarakat yang memang jauh dari klinik hewan praktik, sehingga mereka tetap bisa memeriksakan kesehatan hewannya,” jelasnya.
Meski demikian, salah satu tantangan dalam pelaksanaan layanan tersebut adalah menentukan lokasi yang dapat dijangkau kendaraan klinik. Ukuran mobil yang cukup besar membutuhkan lokasi yang memadai, terutama untuk parkir dan bermanuver.
Sementara itu, salah seorang warga, Lisa, mengaku terbantu dengan kehadiran Mobil Klinik Hewan Keliling. Ia mengetahui informasi mengenai layanan tersebut melalui akun media sosial Instagram Jakarta Timur.
“Saya melihat iklan mobil dokter hewan keliling dan sangat berminat karena kebetulan kucing saya sedang membutuhkan pemeriksaan. Saat ini kucing saya sedang sakit dan susah pipis, jadi saya segera membawanya berobat,” ungkap Lisa.
Lisa berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan karena dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya para pemilik dan pencinta hewan.
“Harapannya program ini tetap terus dijalankan karena memang sangat berguna buat kami yang pencinta hewan. Pelayanannya juga sangat memuaskan,” tuturnya.