Home Headnews Kerja Asal Jadi Terbongkar ! Proyek RTH Taman Cacing Rp 4.48 Milliar di Cakung Jadi Sorotan

Kerja Asal Jadi Terbongkar ! Proyek RTH Taman Cacing Rp 4.48 Milliar di Cakung Jadi Sorotan

Share
Share

JAKARTA TIMUR, KLIK7TV.CO.ID – Proyek Pembangunan RTH Taman Cacing, Jakarta Timur senilai Rp 4.486.130.991,- milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta yang dikerjakan PT. GISOS PRATAMA PERKASA diduga dikerjakan asal jadi tanpa memperhitungkan kualitas dan tidak sesuai spesifikasi.

Bukti foto terbaru pada 24 September 2026 Pukul 15.27.52 WIB di Jl. Cakung Cilincing, Cakung Timur, memperlihatkan pekerja sedang membobok kembali pasangan bronjong / turap batu kali yang diduga gagal.

Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan, pekerjaan bronjong dilakukan tepat di atas genangan air comberan yang hitam dan kotor tanpa dilakukan pengeringan (dewatering). Besi wiremesh terlihat menggantung tanpa adukan cor yang memadai. Material karung dan puing berserakan di lokasi.

Sebelumnya pada foto pukul 15.35.19 WIB di lokasi yang sama, fondasi batu kali proyek tersebut juga terlihat asal tumpuk, keropos dan retak.

Sesuai spesifikasi, pemasangan bronjong (gabion) harus dilakukan di lahan kering, batu harus batu belah yang keras dan diisi padat, kawat bronjong harus galvanis anti karat yang dianyam rapi, dan dasar harus diberi pasangan yang kuat. Tidak boleh dikerjakan di atas air tergenang karena akan mengurangi kekuatan struktur.

Dengan metode kerja seperti ini, bronjong dikhawatirkan tidak akan bertahan lama dan akan cepat jebol saat musim hujan.

Konsultan Pengawas KMS – Kohesif Mitra Solusindo dengan masa kontrak 29 Juni – 26 Oktober 2026 diharapkan lebih ketat dalam melakukan pengawasan mutu di lapangan.

Seperti terlihat juga Foto yang diambil pada 24 September 2026 Pukul 15:35:19 WIB di Jl. Cakung Cilincing, Cakung Timur, Kec. Cakung, Jakarta Timur, memperlihatkan pekerjaan fondasi yang diduga asal jadi.

Fondasi batu kali terlihat hanya ditumpuk seadanya, adukan semen tidak merata, banyak rongga, dan sudah terlihat retak serta keropos. Batu fondasi juga terlihat tidak saling mengunci dengan baik. Di sampingnya, tumpukan palet kayu yang berat diletakkan di atas tanah urugan yang masih labil di dekat fondasi yang baru dibuat.

Kondisi tapak proyek juga berantakan, material berserakan, tanpa bekisting dan tanpa pengukuran yang presisi.

Padahal sesuai spesifikasi pekerjaan RTH, fondasi pagar dan bangunan penunjang taman harus menggunakan adukan 1:4 yang padat, batu kali yang bersih, dan harus lurus serta kokoh untuk menopang pagar dan estetika taman.

Proyek yang berada di bawah Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta ini memiliki masa pelaksanaan 29 Juni 2026 hingga 26 Oktober 2026 dengan Konsultan Pengawas KMS – Kohesif Mitra Solusindo.

Warga sekitar mempertanyakan pengawasan di lapangan, karena dengan nilai anggaran hampir Rp 4,5 miliar, hasil pekerjaan di lapangan terkesan dikerjakan tidak profesional.

[TIM REDAKSI http://KLIK7TV.CO.ID]


Share
Related Articles

Silaturahmi Penuh Jelang HUT TNI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko Ingatkan tentang Profesionalisme Prajurit

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Perwira Staf Ahli (Pasahli) Tk. III Bid. Banusia Panglima...

Pesan Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto : TNI Harus Terus Menjadi Pelopor Perjuanngan Bangsa Meraih Kejayaan

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID — Pa Sahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI Mayjen...

Panglima TNI Resmikan KRI SRIWIJAYA-100, Perkuat Pertahanan Maritim

JAKARTA, KLIK7TV .CO.ID – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin Upacara...

BP3MI Kalimantan Utara Gagalkan Keberangkatan 139 CPMI Non-Prosedural

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara...