MEDAN, KLIK7TV.CO.ID – Laju kenaikan harga berbagai komoditas di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus berlanjut pada Februari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara merilis data terbaru yang menunjukkan terjadinya inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 4,71 persen.
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, menjelaskan bahwa kenaikan ini tecermin dari peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK). “Terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,64 pada Februari 2025 menjadi 111,66 pada Februari 2026,” ujarnya saat menyampaikan rilis resmi statistik, Senin (2/3/2026).
Secara lebih rinci, beberapa komoditas menjadi pendorong utama inflasi tahunan ini. Kenaikan tarif listrik memberikan andil terbesar, diikuti oleh harga emas perhiasan, daging ayam ras, dan beras. Selain itu, biaya pendidikan tinggi, sewa rumah, dan minyak goreng juga turut menyumbang kenaikan harga di tingkat konsumen.
Meskipun secara tahunan terjadi inflasi yang cukup signifikan, data bulanan menunjukkan gambaran yang berbeda. Pada Februari 2026, Sumut mengalami inflasi month-to-month (m-to-m) atau dari bulan sebelumnya (Januari 2026) sebesar 0,22 persen.
Uniknya, jika dihitung sejak awal tahun (year-to-date/y-to-d), Sumut justru mencatatkan deflasi atau penurunan harga tipis sebesar 0,53 persen. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada kenaikan harga dari Januari ke Februari, secara akumulatif harga-harga di awal tahun ini masih sedikit lebih rendah dibandingkan penutupan tahun sebelumnya. Penurunan harga pada beberapa komoditas seperti cabai merah dan bawang putih membantu menahan laju inflasi yang lebih tinggi.
Inflasi Terjadi di Seluruh Daerah IHK
Pada Februari 2026, seluruh kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumut mengalami inflasi tahunan. Inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 7,75 persen dengan IHK 115,40, sedangkan terendah terjadi di Kabupaten Karo sebesar 3,67 persen dengan IHK 111,21.
Secara bulanan, empat daerah mengalami inflasi mtm dengan inflasi tertinggi di Kabupaten Labuhanbatu. Sementara empat daerah lainnya mengalami deflasi mtm, dengan deflasi terdalam terjadi di Kota Gunungsitoli.
Berikut 8 daerah kabupaten/kota di Sumut yang dipantau IHK yakni: Kabupaten Labuhanbatu IHK 115,62, inflasi 5,08% (yoy), dan 0,79% (mtm); Kabupaten Karo IHK 111,21, inflasi 3,67% (yoy), -0,02% (mtm); Kabupaten Deli Serdang IHK 111,10, inflasi 4,18% (yoy), -0,08% (mtm); Kota Sibolga IHK 115,09, inflasi 6,53% (yoy), 0,66% (mtm); Kota Pematang Siantar IHK 114,52, inflasi 5,52% (yoy), 0,57% (mtm); Kota Medan IHK 111,10, inflasi 4,86% (yoy), 0,33% (mtm); Kota Padangsidimpuan IHK 113,15, inflasi 5,26% (yoy), -0,01% (mtm); Kota Gunungsitoli IHK 115,40, inflasi 7,75% (yoy), -0,87% (mtm). (IS)
