MEDAN, KLIK7TV.CO.ID – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen PVPKPKLK) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D, menyerahkan bantuan pemulihan pembelajaran bagi satuan pendidikan terdampak bencana di SLB Negeri Pembina, Medan, Sumatera Utara.
Penyerahan bantuan pemulihan pembelajaran dilakukan pada apel pagi di sekolahnya di Jalan Karya Dalam secara simbolis kepada Kepala SLBN Pembina Mardi Panjaitan SPd disaksikan Direktur PKPLK Saryadi ST MBA, Kabid PKLK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Fauzi Hardiansyah ST M.Ak, Senin pagi (5/1/2026).
Tatang Muttaqin mengatakan, bantuan ini merupakan wujud kepedulian Kemendidasmen bagi peserta didik terdampak bencana guna pemulihan pasca bencana untuk mendukung pembelajaran di satuan pendidikan.
Sementara itu, Kepala SLBN Pembina Mardi Panjaitan mengapresiasi bantuan berupa toolkit school untuk anak-anak yang terdampak bencana diberikan sebanyak 150 orang.
Ia berharap dan memohon Dirjen langsung sekiranya bisa dipenuhi 460 total siswa-siswi di SKBN Pembina Medan supaya semua anak dapat merasakan bantuan yang diberikan Kemendikdasmen itu.
“Kita mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen yang telah memberikan bantuan secara simbolis sebesar Rp 50 juta untuk pemulihan sekolah pasca bencana dan saya akan segera melakukan rapat koordinasi kepada pimpinan untuk diteruskan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provsu perihal pemanfaatan dan penggunaan bantuan ini di sekolah sendiri,” ucapnya.
Selanjutnya Mardi akan segera melaksanakan rapat intern spesifik bantuan ini dalam rangka pemulihan sekolah pasca bencana. “Kemana mau kita aplikasikan supaya berharap sekolah kita ini bisa tetap jadi bagus lebih baik dari sebelum bencana bukan hanya bisa tapi justru lebih bagus lebih, lebih unggul dan lebih maju,” terangnya.
Menyinggung bantuan revitalisasi tahun 2025 berupa rehab ruang administrasi guru sekarang ini sudah cukup bagus. Begitu juga pembangunan kantin sekolah selama ini berharap ini juga bisa jadi tempat istirahat atau tempat berkumpulnya para orang tua murid yang menunggu anak-anaknya di sekolah.
Mardi berharap ini kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan perhatian khusus kepada SLBN Pembina sebagai ikon Sumatera Utara bukan hanya kebanggaan sekolah dan guru tapi kebanggaan semua masyarakat.
“Pendidikan khusus yang unggul bukan tapi dari segi jumlah siswa yang terbanyak di Indonesia untuk berharap bukan hanya dari segi kuantitas kita unggul tapi juga dari segi kualitas tetap unggul,” katanya.
Mardi juga menyampaikan apresiasi atas peresmian revitalisasi oleh Mendikdasmen Prof Abdul Mu’ti dari 48 sekolah termasuk di SLBN Pembina Medan di tahun 2025. “Kita berharap di tahun 2026 ini ada banyak kelas-kelas yang terdampak bencana perlu direvitalisasi segera,” ujarnya. (Marlan Pasaribu)
