HUMBAHAS – KLIK7TV.CO.ID – Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH, secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Katolik Santo Thomas Medan, dalam sebuah acara kerja sama strategis yang digelar Selasa (26/5/2026). Momen penting itu sekaligus dimanfaatkan Bupati untuk memberikan kuliah umum bertajuk “Kepemimpinan Berkarakter dengan Kerja Keras dan Keteguhan Iman” di hadapan sivitas akademika universitas tersebut.
Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjalin sinergi dengan dunia pendidikan tinggi, guna mendukung pengembangan sumber daya manusia, penelitian, serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Dalam sambutannya, Dr. Oloan P. Nababan menyampaikan bahwa kerja sama ini membuka ruang kolaborasi luas, mulai dari penguatan kapasitas aparatur pemerintah, pengabdian masyarakat, hingga penyusunan kebijakan berbasis data dan riset ilmiah. Ia berharap kehadiran kampus berkualitas dapat menjadi mitra strategis daerah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
“Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menyadari bahwa kemajuan sebuah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh mitra cerdas, mitra berintegritas, dan mitra yang memiliki visioner luas seperti Universitas Katolik Santo Thomas Medan. Kolaborasi ini akan kita arahkan agar ilmu yang didapat di bangku kuliah bisa diterapkan langsung untuk kesejahteraan warga kita,” ujar Bupati saat menandatangani dokumen kerja sama tersebut.
Usai penandatanganan, Bupati Oloan beralih menjadi pemateri kuliah umum. Di depan para dosen dan mahasiswa, ia menguraikan secara mendalam makna kepemimpinan sejati, yang tidak hanya mengandalkan jabatan, tetapi dibangun di atas pondasi karakter yang kuat, kerja keras tanpa henti, serta keteguhan iman sebagai kompas moral dalam setiap tindakan.
Menurutnya, pemimpin berkarakter adalah mereka yang berani bertanggung jawab, jujur, dan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Sementara kerja keras dan keteguhan iman menjadi dua sayap yang akan membawa pemimpin melewati berbagai rintangan dan ujian berat dalam mengemban amanah.
“Kepemimpinan bukan soal kuasa, tapi soal pengabdian. Tanpa karakter yang kokoh, kerja keras hanya akan menjadi alat untuk keuntungan sendiri. Tanpa iman yang teguh, kita mudah goyah saat menghadapi masalah. Jadilah pemimpin yang bermanfaat, di mana pun dan kapan pun kalian berada,” tegasnya di tengah tepuk tangan peserta kuliah umum.
Pihak Universitas Katolik Santo Thomas Medan menyambut baik kerja sama ini. Rektor universitas dalam sambutannya menyatakan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah merupakan wujud nyata pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, sekaligus kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari pengalaman dan visi seorang pemimpin daerah yang telah mengabdi dan berkarya.
Acara ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi dari para peserta. Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program kerja nyata yang akan menyatukan potensi pemerintah daerah dan keunggulan akademik universitas demi kemajuan bersama.(@HRP)
