Wamen Christina Lepas 133 Pekerja Migran G to G Korsel : Jaga Reputasi Indonesia

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani melepas keberangkatan 133 Pekerja Migran Indonesia (PMI) program Government to Government (G to G) Korea Selatan, sekaligus membuka Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP) bagi 100 calon pekerja migran, di Depok, Jawa Barat, Senin (8/6/2026).

Adapun rincian dari 133 pekerja migran tersebut yaitu 100 orang sektor perikanan (fishing), 30 pekerja sektor manufaktur, dan 3 pekerja sektor jasa (service) yang berasal dari 11 provinsi di Indonesia.

Sementara 100 calon pekerja migran yang mengikuti OPP berasal dari delapan provinsi.

“Keberangkatan ratusan pekerja migran hari ini merupakan hasil perjuangan panjang yang harus dijaga dengan kinerja, disiplin, dan kepatuhan aturan di negara penempatan,” kata Wamen Christina.

Hingga 8 Juni 2026, jumlah penempatan pekerja migran skema G to G Korea Selatan telah mencapai 2.444 orang, yang terdiri atas 1.313 PMI manufaktur, 1.113 PMI perikanan, dan 18 PMI sektor jasa.

Wamen Christina berharap, jumlah penempatan di 2026 melampaui capaian tahun sebelumnya.

Namun, kata dia, peluang itu harus diimbangi dengan peningkatan disiplin dan profesionalisme pekerja migran Indonesia di Korea Selatan.

Apalagi, sejak 2021 hingga 30 April 2026 tercatat 3.818 pekerja migran program G to G Korsel mengundurkan diri dari pemberi kerja sebelum masa kontrak berakhir.

“Di tengah kebijakan Korea Selatan yang cenderung mengurangi kebutuhan tenaga kerja asing, tunjukkan kalian profesional dan dapat dipercaya, agar peluang kerja bagi pekerja migran migran Indonesia ke depan tetap terjaga,” tegas Christina.

Selain bekerja secara profesional, Christina juga mendorong pekerja migran memanfaatkan masa bekerja di luar negeri sebagai sarana meningkatkan kualitas diri dengan melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana sambil bekerja.

“Kesempatan bekerja di luar negeri harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi dan pendidikan. Bekal inilah yang nantinya akan menjadi modal ketika kembali ke Indonesia,” ungkapnya.

Wamen Christina juga terus mengingatkan pekerja migran untuk bijak mengelola keuangan, tidak kabur dari lokasi kerja, menjauhi praktik judi online, serta mewaspadai berbagai bentuk penipuan digital yang marak menyasar pekerja migran.

Negara tambahnya, akan terus hadir memberikan pelindungan bagi pekerja migran selama bekerja di luar negeri melalui berbagai layanan yang disediakan kementeriannya.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan jagalah nama baik bangsa serta negara Indonesia,” pungkas Christina Aryani. (ARMAN R)

Related posts

Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi bagi Peserta MagangHub Batch 2

Terima Aspirasi KPBI, Kemnaker Siapkan Tindak Lanjut Aduan PHK dan Pelindungan Pekerja

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia