Wamen Christina Apresiasi Kinerja Penempatan Pekerja Migran 2025 yang Lampaui Target

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani, mengapresiasi capaian kinerja penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sepanjang 2025 yang mencapai 296.948 pekerja migran dari target sebesar 259.144 pekerja migran.

Usai memimpin rapat review penempatan pekerja migran Tahun 2025, sekaligus membahas target dan persiapan penempatan 2026 bersama jajaran Direktorat Jenderal Penempatan, Wamen Christina mengatakan, capaian ini patut disyukuri, sekaligus menjadi evaluasi melihat tantangan dan hal-hal yang perlu diperbaiki ke depan.

Selain evaluasi kinerja penempatan, rapat juga membahas optimalisasi pemenuhan lowongan kerja luar negeri (job order) yang saat ini tercatat di Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SiskoP2MI) yang mencapai 300.500 lowongan.

“Pemenuhan lowongan tersebut menjadi prioritas utama melalui penyusunan strategi dan rencana aksi yang lebih terarah,” katanya di Kantor Kementerian P2MI, Kamis (8/1/2025).

Dalam rapat itu, Wamen Christina juga memberi perhatian khusus pada penempatan awak kapal niaga Migran dan awak kapal perikanan migran, dengan menyiapkan langkah-langkah strategis, termasuk rencana pertemuan dengan duta besar negara tujuan, guna membuka peluang kerja sama penempatan melalui nota kesepahaman (MoU).

Tidak hanya itu, rapat turut menyoroti perlunya penguatan regulasi, harmonisasi perizinan, serta percepatan transformasi digital. Termasuk wacana pengembangan aplikasi mobile yang memudahkan calon pekerja migran mengakses informasi lowongan, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), serta persyaratan penempatan secara lebih ramah pengguna.

“Informasi sebenarnya sudah tersedia di website SiskoP2MI, namun perlu pendekatan yang lebih user friendly agar mudah diakses masyarakat,” jelas Christina.

Sementara dari sisi penguatan kelembagaan, Wamen Christina mengungkapkan, kementeriannya akan berkoordinasi dengan Kementerian Desa dan Kementerian Dalam Negeri untuk penguatan aparat desa melalui bimbingan teknis, guna memperkuat peran mendukung penempatan pekerja migran yang aman dan lancar.

“Kami juga membahas rencana implementasi program SMK Go Global. Seperti rekrutmen peserta pelatihan yang disesuaikan dengan lowongan kerja yang ada di SiskoP2MI. Saya rasa ini sensibel, agar penyiapan tenaga kerja luar negeri berjalan efektif dan tidak mubazir,” ucapnya. (Red)

Related posts

Tingkatkan Kualitas Pekerja Migran Indonesia, Perpemindo Tandatangani MoU Dengan Platindo

Petakan Sumber Suplai Pekerja Migran Sektor Hospitality, Wamen Christina Tinjau 2 LPK dan Sekolah Pariwisata

Ojol, Kurir, dan Sopir Kerja Lebih Tenang : Iuran JKK–JKM Didiskon 50 Persen