Kementerian PUPR dan BBWS Sumatera II Tinjau Perbaikan SPAM IKK Onan Ganjang Dan Pakkat Pasca Bencana Alam

HUMBAHAS, KLIK7TV.CO.ID – Pemenuhan layanan dasar air minum bagi masyarakat menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan. Menyikapi kerusakan parah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Onan Ganjang dan SPAM IKK Pakkat akibat bencana alam banjir bandang dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu, pemerintah daerah secara aktif dan cepat membangun koordinasi dengan pemerintah pusat agar pelayanan air bersih bagi masyarakat dapat segera dipulihkan.

Langkah cepat tersebut mendapat respon positif dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSDA) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan.

Bentuk nyata kehadiran negara diwujudkan melalui peninjauan langsung ke lokasi kerusakan oleh tim teknis kementerian bersama pemerintah daerah.”Sebagai tindak lanjut laporan resmi UPT SPAM Kabupaten Humbang Hasundutan kepada BBWS Sumatera II dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Medan, pada Minggu, 11 Januari 2026.

Tim Surveyor BBWS Sumatera II turun langsung ke SPAM IKK Onan Ganjang. Kegiatan ini bertujuan melakukan verifikasi lapangan, pendataan teknis, serta perencanaan awal perbaikan yang akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026.

Hasil peninjauan menunjukkan bahwa bangunan air baku (intake) SPAM IKK Onan Ganjang mengalami kerusakan sangat berat akibat terjangan banjir bandang disertai longsor.

Tidak hanya itu, jaringan transmisi air berupa perpipaan sepanjang ±650 meter juga rusak dan tidak dapat difungsikan. Kondisi ini berdampak langsung pada terhentinya pelayanan air minum kepada masyarakat yang selama ini bergantung pada SPAM tersebut.

Kerusakan SPAM IKK Onan Ganjang secara nyata telah mempengaruhi kehidupan 351 Sambungan Rumah (SR) di Kecamatan Onan Ganjang. Air bersih yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat menjadi terganggu, sehingga pemerintah daerah menilai bahwa perbaikan SPAM ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan tanggung jawab konstitusional negara dalam menjamin hak dasar warga.

Tidak berhenti sampai di situ, sebagai bentuk keseriusan dan keberpihakan terhadap masyarakat terdampak, pada Kamis, 22 Januari 2026, Kementerian PUPR kembali menurunkan tim lanjutan ke SPAM IKK Pakkat.

Sebanyak sembilan personel dari Tim Bina Teknik SDA dan Tim Air Tanah Air Baku (ATAB) Direktorat PSDA KemenPUPR RI bersama BBWS Sumatera II dan UPT SPAM Kabupaten Humbang Hasundutan melakukan monitoring menyeluruh terhadap kerusakan sarana dan prasarana SPAM.”Peninjauan dilakukan dengan menyusuri jaringan transmisi air baku sepanjang ±4,5 kilometer mengikuti aliran Aek Sirahar hingga ke hulu lokasi bangunan intake.

Dari hasil monitoring tersebut, diketahui bahwa sistem perpipaan yang selama ini menggunakan sistem gravitasi sangat rentan terhadap bencana banjir bandang. Pipa-pipa yang berada di sepanjang aliran sungai kerap rusak dan hanyut, sehingga hampir setiap tahun membutuhkan perbaikan berulang.

Situasi ini bukan hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga menghadirkan risiko tinggi terhadap keselamatan petugas UPT SPAM yang harus bekerja di medan ekstrem dan rawan bencana. Oleh karena itu, UPT SPAM Kabupaten Humbang Hasundutan secara tegas dan rasional mengusulkan perubahan sistem SPAM IKK Pakkat dari sistem gravitasi menjadi sistem pompa yang mengalirkan air baku ke bak pengumpul sebelum diproses di Instalasi Pengolahan Air (IPA).

“Setiap tahunnya hampir selalu terjadi kerusakan pipa di sepanjang aliran Aek Sirahar. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus karena berdampak langsung pada pelayanan masyarakat dan keselamatan petugas di lapangan,” tegas Kepala UPT SPAM Kabupaten Humbang Hasundutan.

SPAM IKK Pakkat sendiri melayani sekitar 750 Sambungan Rumah (SR). Artinya, lebih dari seribu kepala keluarga di dua kecamatan, Onan Ganjang dan Pakkat, sangat menggantungkan kebutuhan air bersihnya pada keberfungsian SPAM ini. Oleh sebab itu, percepatan perbaikan menjadi kebutuhan mendesak dan tidak dapat ditunda.

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menegaskan bahwa upaya perbaikan SPAM ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara pasca bencana, sekaligus bukti bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap kesulitan masyarakat.

Melalui koordinasi intensif dengan Kementerian PUPR, seluruh kerusakan sarana dan prasarana SPAM di wilayah Humbang Hasundutan telah dicatat, diverifikasi, dan diinventarisasi untuk dilaksanakan perbaikan pada Tahun Anggaran 2026.

Sebagai tahapan awal yang krusial, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kabupaten Humbang Hasundutan akan segera menyusun Detail Engineering Design (DED). Penyusunan DED ini menjadi dasar teknis yang sangat penting agar perbaikan SPAM dilakukan secara tepat, aman, berkelanjutan, dan tahan terhadap risiko bencana di masa mendatang.

“Penyusunan DED akan segera dilaksanakan sebagai langkah awal perbaikan sarana dan prasarana air minum. Pemerintah daerah berkomitmen penuh agar pelayanan air minum kepada masyarakat dapat kembali normal dan bahkan lebih baik,” ujar Kepala UPT SPAM.

Dengan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan optimis bahwa perbaikan SPAM IKK Onan Ganjang dan SPAM IKK Pakkat akan segera terealisasi. Langkah ini diharapkan tidak hanya memulihkan layanan air minum, tetapi juga memperkuat sistem penyediaan air yang lebih aman, berkelanjutan, serta berkeadilan, sebagai wujud tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi hak dasar masyarakat atas air bersih.(HRP

Related posts

Dorong Ekonomi Berbasis Riset, Bupati Humbang Hasundutan Dan Bupati Taput Dampingi Ketua DEN RI Tinjau TSTH2 Humbahas

Bupati Humbahas Ikuti Orasi Ilmiah Guru Besar IT Del Prof Arnaldo Sinaga

Kolaborasi Pemkab Humbahas, Kejaksaan dan Polres, Satpol PP Tertibkan Papan Reklame di Doloksanggul