Dituding Mantan Ketua Koperasi Memperlambat Percepatan Pembayaran Dana Koperasi

TAPANULI UTARA, KLIK7TV.CO.ID – Perselisihan internal yang terjadi di Koperasi Tumbuh Sejahtera Bersama Petani mengakibatkan tertundanya pembayaran kepada sejumlah supplier yang memasok barang dan bahan pangan ke koperasi tersebut untuk kebutuhan sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tapanuli Utara .

Hendra Sipahutar selaku Ketua Ad Interim Koperasi Tumbuh Sejahtera Bersama Petani kepada wartawan, Rabu, 8 April 2026 menjelaskan, setelah terpilih dalam rapat anggota luar biasa (RALB) pada 31 Maret 2026 lalu, ia berupaya untuk segera melakukan inventarisasi aset dan kekayaan Koperasi Tumbuh Sejahtera Bersama Petani.

Hal tersebut dilakukan karena banyaknya desakan dan keluhan dari supplier yang menyebutkan tagihannya belum dibayarkan Koperasi. Dan untuk mengecek kebenaran tagihan dan melakukan pembayaran tersebut, maka inventarisasi barang adalah langkah yang harus dilakukan dan jumlah dana tersisa di koperasi.


Perlu di ketahui mantan ketua koperasi Erni Hutauruk sebelumnya telah dilaporkan ke polres Taput atas dugaan penyalahgunaan jabatan dan dana koperasi.
“Setelah dilantik sebagai sebagai Ketua Ad Interim, kami ingin segera menginventarisasi barang. Mengingat banyaknya desakan supplier soal tagihannya yang belum dibayarkan oleh koperasi.
Namun upaya kami untuk melakukan inventarisasi barang itu selalu dihalang – halangi oleh mantan ketua koperasi yang datang ke gudang bersama dengan sejumlah orang yang tidak saya kenal, yang tidak ada hubungannya dengan koperasi,” kata Hendra Sipahutar.

Lebih lanjut, Hendra mengatakan bahwa, pada saat hendak melakukan inventarisasi, ia melihat bahwa keadaan pintu gudang koperasi ada yang rusak. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan dan mengingat masih banyaknya barang di gudang tersebut, maka ia pun akhirnya membuat laporan dugaan pengrusakan ke Polres Tapanuli Utara, Rabu, 8 April 2026.

“Namun sangat kami sesalkan, setelah laporan kami buat dan selanjutnya bersama pihak kepolisian mau melakukan cek TKP , mantan ketua koperasi datang bersama orang yang tidak saya kenal dan tidak ada hubungan dengan koperasi, memaksa untuk masuk ke gudang. Mereka membuat keributan Karena situasi tidak kondusif, maka upaya cek TKP sekaligus untuk inventarisasi barang menjadi terkendala.koperas tersebut masih memiliki aset berupa barang bahan pangan untuk SPPG dengan nilai ratusan juta rupiah.
pihak kepolisian pun akhirnya memasang garis polisi di gudang koperasi tersebut ungkapnya kepada media.

Hendra menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah melakukan upaya pengamanan terhadap gudang koperasi tumbuh sejahtera bersama petani melalui pemasangan garis polisi.

“Selanjutnya kita menyerahkan kepada kepolisian dalam melaksanalan proses hukum selanjutnya, Saya juga berharap kepada para pihak untuk menghormati proses hukum yang akan dilaksanakan Polres Taput,” ujarnya.

Sementara itu, Melva Tambunan, SH, M.Kn, C.Med selaku kuasa hukum Hendra Sipahutar mengatakan bahwa, kliennya sudah berupaya untuk mempercepat proses pembayaran tagihan kepada supplier pemasok barang.

sebagai upaya untuk mempercepat pembayaran tagihan tersebut, kliennya ingin melakukan inventarisasi keuangan dan barang dari koperasi tumbuh sejahtera bersama petani agar kemudian dapat membayarkan tagihan kepada supplier.

“Kami meminta agar para pihak yang berselisih bisa menahan diri. Mari lebih mengutamakan kepentingan bersama agar pembayaran tagihan para supplier bisa dapat segera dibayarkan dengan tidak menghalang – halangi proses inventarisasi,”katanya.

Sebaliknya, lanjut Melva, apabila upaya inventarisasi barang yang ada di koperasi terus mendapat gangguan, maka yang korban adalah para supplier.

“Padahal mereka butuh tagihan segera dibayarkan untuk modal kelancaran usahanya, “katanya @Leo Siagian

Related posts

KPPU Dan MPM PWM Sumut Perkuat Sinergi Pemberdayaan UMKM Dan Pengawasan Persaingan Usaha

Kemnaker Siapkan Reward bagi Perusahaan yang Fasilitasi Peserta MagangHub Kantongi Sertifikasi Kompetensi

Permohonan Visa Pekerja Migran ke Turki Melonjak Dua Kali Lipat, Wamen Christina Cari Solusi