HUMBAHAS, KLIK7TV.CO.ID-
Dari lapangan sekolah yang sederhana di kawasan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, lahir sebuah harapan besar.
Sebanyak 20 pemain muda dan 5 official dari SMA Negeri 1 Doloksanggul dipastikan akan berangkat ke Singapura pada April 2026 untuk mengikuti JSSL Singapore Professional Academy 7’s, salah satu turnamen sepak bola usia muda bergengsi di kawasan Asia.
Keikutsertaan tim pelajar ini menjadi momentum penting bagi pembinaan olahraga di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Tidak hanya membawa nama sekolah, tim tersebut juga mengemban tanggung jawab besar untuk mengharumkan nama daerah di ajang internasional.
Ajang JSSL Singapore Professional Academy 7’s dikenal sebagai kompetisi yang mempertemukan akademi sepak bola, sekolah, dan klub-klub usia muda dari berbagai negara. Turnamen ini menjadi salah satu panggung yang cukup prestisius bagi pemain usia sekolah untuk mengukur kemampuan di level internasional.
Ajang JSSL Singapore Professional Academy 7’s dikenal sebagai kompetisi yang mempertemukan akademi sepak bola, sekolah, dan klub-klub usia muda dari berbagai negara. Turnamen ini menjadi salah satu panggung yang cukup prestisius bagi pemain usia sekolah untuk mengukur kemampuan di level internasional.
Bagi para pemain SMAN 1 Doloksanggul, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus ruang pembelajaran untuk meningkatkan kualitas permainan dan mental bertanding.
Selama ini, tim sepak bola SMAN 1 Doloksanggul dikenal cukup konsisten dalam pembinaan bakat muda di wilayah Humbahas. Berbagai kompetisi tingkat lokal dan regional telah diikuti, dengan sejumlah prestasi yang menjadi modal kepercayaan diri menuju level yang lebih tinggi.
Keberangkatan ke Singapura dinilai sebagai hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah bersama tim pelatih.
Tim yang akan berangkat merupakan hasil seleksi ketat berdasarkan kemampuan teknik, kondisi fisik, kedisiplinan, serta mental bertanding. Para pemain merupakan siswa-siswa yang selama ini aktif mengikuti latihan rutin dan menunjukkan perkembangan signifikan.
Selain 20 pemain, tim juga didampingi 5 official yang terdiri atas pelatih kepala, asisten pelatih, manajer tim, dan pendamping dari pihak sekolah.
Format pertandingan yang digunakan dalam turnamen tersebut adalah 7 lawan 7, yang menuntut intensitas permainan lebih tinggi dibanding format sepak bola konvensional 11 lawan 11.
Dalam format ini, pemain dituntut memiliki kecepatan transisi, akurasi umpan, kemampuan membaca ruang, serta penyelesaian akhir yang efektif.
Pelatih tim menyebutkan persiapan dilakukan secara serius dalam beberapa pekan terakhir. Fokus latihan diarahkan pada penguatan stamina, teknik dasar, taktik permainan cepat, dan kesiapan mental menghadapi lawan dari luar negeri.
Anak-anak sudah dipersiapkan dengan latihan intensif. Bukan hanya teknik bermain, tetapi juga mental bertanding dan kedisiplinan,” demikian disampaikan pihak pendamping tim.
Selain aspek teknis, pembinaan karakter juga menjadi perhatian utama. Nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas terus ditanamkan sebagai bagian dari proses pendidikan melalui olahraga.
Keikutsertaan tim ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan.
Bupati Humbahas bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) disebut memberikan perhatian terhadap keberangkatan tim sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga usia muda di daerah.
Dukungan pemerintah tersebut dinilai penting dalam membangun motivasi pemain sekaligus menunjukkan komitmen daerah dalam mendorong prestasi generasi muda.
Di sisi lain, peran orang tua …