*TAPANULI UTARA, KLIK7TV.CO.ID – MODUS BARU MENGHINDARI SOROTAN!* Rekonstruksi Jalan di Hutatoruan 3 Menuju Lumban Jurjur, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, terkesan dikerjakan asal jadi dan penuh kejanggalan.
Diduga untuk menghindari sorotan publik dan pantauan wartawan, pekerjaan milik *Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perhubungan (PUTR-Hub) Kabupaten Tapanuli Utara* ini sengaja dikerjakan pada malam hari secara kilat, dalam hitungan jam.
Pantauan tim media di lokasi pada *Rabu (7/10/2026) siang*, seluruh permukaan jalan yang direkonstruksi terlihat telah tuntas dihampar aspal hotmix. Paket pekerjaan yang didanai *APBD Taput T.A 2026 dengan nilai Rp. 389.044.000* itu dikerjakan oleh *CV. Clara Prima Mandiri* dengan volume pekerjaan *270 Meter (Lebar 2,7 M dan 3 M).*

*DIKERJAKAN MALAM HARI, WARGA CURIGA!*
Informasi yang dikumpulkan dari sejumlah warga yang bermukim di sekitar lokasi proyek, pihak rekanan menghampar lapisan hotmix pada *Selasa (6/10/2026) malam hari.*
”Kami pun merasa penasaran, mengapa penghamparan aspal hotmix dikerjakan pada sore hingga malam hari. Para pekerja terkesan terburu-buru, kemarin pekerjaan dimulai pada sekitar pukul 4 sore dan telah selesai dikerjakan pada sekitar pukul 8 malam,” sebut sejumlah warga bermarga Tobing kepada tim media Taput.
Warga lain, Marga Tobing, mengaku bahwa sejak pagi pekerja proyek sudah menunggu kehadiran material aspal yang diduga menjadi kendala, sehingga pengaspalan berlangsung hingga malam hari.
Karena dikerjakan pada malam hari secara tergesa-gesa, warga mengaku curiga dan khawatir atas kualitas pekerjaan.
”Melihat kualitas pekerjaan, tidak akan berumur lama, bahkan dalam waktu dekat dimungkinkan jalan tersebut akan cepat rusak melihat kondisi dan kualitas jalan yang baru saja selesai dikerjakan,” keluh warga.
*FAKTA DI LAPANGAN: ASPAL SETIPIS KERUPUK, JALAN BERGELOMBANG!*
Menindaklanjuti informasi warga, sejumlah wartawan kemudian melakukan investigasi di sepanjang jalan yang baru selesai dikerjakan. Beberapa hal terlihat janggal dan diduga tidak sesuai spek:
*1. Ketebalan Hanya 1 CM:* Di sejumlah titik, tampak lapisan hotmix sangat tipis, hanya sekitar *1 Centimeter!* Padahal idealnya untuk rekonstruksi jalan minimal 4-5 CM.
*2. Pemadatan Tidak Padat:* Pekerjaan pemadatan lapisan atas hotmix terlihat kurang padat, sehingga permukaan jalan tampak *bergelombang dan tidak rata.*
*3. Mengelupas dan Berongga:* Permukaan jalan di beberapa titik juga terlihat sudah *mengelupas dan berongga,* padahal baru hitungan jam selesai dikerjakan.

Jika dibagi, anggaran *Rp 389 Juta untuk 270 Meter* dengan lebar 2,7 – 3 M, artinya per meter hampir *Rp 1,4 Juta.* Dengan kualitas 1 CM seperti kerupuk, kemana larinya uang rakyat?
*PLT KADIS PUTR-HUB TAPUT: “OH, SUDAH DIKERJAKAN YA?”*
Yang lebih memalukan, *Plt. Kadis PUTR-Hub Taput, Dalan Simanjuntak*, mengaku baru mengetahui pekerjaan tersebut telah selesai dikerjakan setelah memperoleh informasi dari wartawan.
*”Oh, sudah dikerjakan ya saya baru mengetahui kalau sudah dihotmix,”* kata Dalan Simanjuntak melalui sambungan telepon, Rabu (7/10/2026).
Ditanya soal bentuk pengawasan dan pekerjaan yang terkesan terburu-buru dan dikerjakan malam hari, Dalan hanya menyampaikan normatif.
”Begitupun, kami berterimakasih atas kontribusi dan informasi wartawan dalam mengawasi pekerjaan dimaksud,” ungkapnya.
Jawaban Plt Kadis tersebut semakin menguatkan dugaan lemahnya pengawasan di Dinas PUTR-Hub Taput. Bagaimana mungkin seorang Kadis tidak tahu proyeknya sendiri sudah selesai? Siapa pengawas lapangan yang dibayar negara?
Warga Lumban Jurjur mendesak *Bupati Tapanuli Utara dan Inspektorat Taput* untuk segera turun dan melakukan audit mutu / core drill pada jalan tersebut. Jika terbukti tipis dan tidak sesuai spek, minta dibongkar dan dikerjakan ulang, serta *BLACKLIST CV. Clara Prima Mandiri!*@LG