JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI) menggelar Konferensi Pers terkait rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (Hut) PEPABRI ke-67 yang akan digelar di Surabaya, Jawa Timur pada 12 September 2026 mendatang. Konferensi pers PEPABRI digelar di kantor DPP PEPABRI, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).
Dalam Konferensi pers tersebut, Ketua Umum DPP PEPABRI Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar mengatakan, Hut PEPABRI ke 67 mengusung tema “Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa”, Agum mengajak seluruh Masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak melupakan Sejarah. Dipilihnya kota Surabaya untuk acara Puncak Hut PEPABRIpada 12 September nanti, diantaranya karena sejarah perjuangan Masyarakat di Surabaya di masa lalu sangat berani dan penuh keteladanan.
Rangkaian kegiatan Pepabri akan diisi dengan ziarah nasional, aneka lomba, hiburan wayang kulit hingga beberapa aksi sosial lainnya.
Pada kesempatan itu, Agum Gumelar menyatakan, harus berani menyampaikan kritik kepada Pemerintah tehadap berbagai permasalah bangsa.
Pepabri sebagai wadah purnawirawan lintas Angkatan (TNI AD, TNI AL, TNI AU), Polri dan Warakawuri, menyadari posisinya berada di luar kekuasaan. Namun, bukan berarti tidak peka atau acuh dengan terhadap perkembangan yang ada di tengah masyarakat.
“Kita sangat prihatin dengan kondisi kegaduhan saat ini, adanya ujaran kebencian yang mengancam persatuan bangsa. Namun jatidiri PEPABRI adalah tidak apatis dengan situasi negara dan tetap berwawasan kebangsaan.,” ucap Agum.
“Secara moral kita ikut bertanggungjawab. Kita memang sudah purna tugas, tapi tidak purna pengabdian,” imbuh Agum bersama Pengurus Pusat PEPABRI. Itu sebabnya, penyampaian kritik meski tidak sejalan dengan keinginan Pemerintah, tetap dilakukan oleh Pepabri kepada Presiden juga Pemerintah.
Menurutnya, kritik yang kita sampaikan harus dengan cara elegan, sesuai aturan yang berlaku. Tidak memaki, turun ke jalan. Jadi, intinya PEPABRI menjadi bagian garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa.
Agum sangat yakin, tak ada niat sedikit pun bagi Pemerintah atau pemimpin yang ingin menyengsarakan rakyatntya. “Yang ada, adalah seni dari seorang pemimpin untuk mencari solusi menyelesaikan masalah,” kata Agum. (ARMAN R)