JAKARTA TIMUR, KLIK7TV.CO.ID – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur meningkatkan peran masyarakat dalam memantau keberadaan orang asing, organisasi masyarakat (ormas) asing, dan tenaga kerja asing (TKA) sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Peningkatan Peran dan Fungsi Masyarakat dalam Melakukan Pemantauan Orang Asing, Ormas Asing, dan Tenaga Kerja Asing di Jakarta Timur yang dibuka Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Eka Darmawan di Ruang Rapat Sri Gunting, Lantai 2, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Timur itu diikuti 90 peserta. Mereka terdiri atas perwakilan RT, RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), serta pengelola apartemen.
Eka mengatakan, kegiatan tersebut penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai peran mereka dalam membantu pemerintah melakukan pemantauan terhadap keberadaan orang asing, ormas asing, dan TKA di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dibutuhkan untuk memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban, terlebih Jakarta terus berkembang sebagai kota global dengan mobilitas orang dari berbagai negara yang semakin tinggi.
“Kita Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur ada Timpora (Tim Pengawasan Orang Asing) untuk mengoptimalkan ini. Namun, peran masyarakat, terutama pengelola apartemen, LMK, FKDM, RW, RT, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama perlu kita edukasi supaya mereka bisa membantu kita dengan baik dalam rangka ikut aktif menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah mereka masing-masing,” ujar Eka.
Ia menambahkan, para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari garda terdepan dalam memantau perkembangan kondisi sosial dan politik di lingkungan masyarakat.
Pemantauan secara dini, kata Eka, diperlukan untuk mengantisipasi potensi persoalan yang dapat berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas, termasuk yang berkaitan dengan keberadaan orang asing, TKA, maupun ormas asing.
“Saya berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan lancar sesuai tujuannya. Setiap arahan dan informasi dari para narasumber agar disimak sebaik mungkin dan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” katanya.
Eka berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat dideteksi serta ditangani sejak dini. Dengan demikian, Jakarta Timur dapat tetap menjadi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif dalam mendukung Jakarta sebagai kota global.@Red