TAPUT, KLIK7TV.CO.ID – Bencana alam tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi November tahun lalu di Taput khususnya kecamatan Adian koting dan parmonangan masih menyisakan duka mendalam bagi seluruh korban .bencana tersebut memakan puluhan korban jiwa bahkan tertanam dalam timbunan tanah longsor serta banjir mengakibat situasi mencekam di daerah tersebut.
Beberapa korban tertanam bersama rumahnya dan mobil tertanam bersama penumpangnya.sebagian masyarakat harus di evakuasi terutama dari zona merah ke lokasi posko bantuan dan hunian sementara ( huntara) yang telah di sediakan oleh pemerintah .bencana tersebut menyita perhatian masyarakat di Indonesia sehingga banyak pihak memberikan bantuan melalui Pemkab Taput maupun secara langsung kepada masyarakat,termasuk bantuan dari pemerintah Indonesia.
Namun sembilan bulan berlalu pasca bencana upaya penanganan ,khususnya relokasi dan rumahnya rusak berat penanganannya dinilai lambat dan menuai kritikan dari masyarakat terdampak bencana alam.
Hingga saat ini ada sekitar 103 unit rumah hunian tetap ( huntap ) yang merupakan bantuan yayasan budha tzuchi di kecamatan Adian koting telah ditempati sebagian warga .bantuan gubernur Jawa Barat pak KDM 20 unit rumah sedang dibangun serta bantuan relokasi mandiri terutama bagi warga di daerah zona merah masih dalam tahap proses menunggu dari pusat.
Pendataan warga untuk mendapatkan tempat tinggal di huntap menuai berbagai kritikan dan dinilai diskriminasi sehingga menimbulkan sikap pro kontra di tengah masyarakat.beberapa warga mengaku kepada tim media Taput pendataan tidak adil dan transparan .menurut warga banyak masyarakat yang seharusnya lebih membutuhkan tempat tinggal di huntap tidak terdata , sementara warga lainnya sudah tinggal di Tarutung namun terdata di huntap.beberapa warga rumahnya hancur dan rusak parah belum terdata jelasnya.salah satu warga terekam dalam video mengaku sangat membutuhkan rumah tempat tinggal di huntap dimana saat ini mereka masih tinggal di lokasi hunian sementara ( huntara ) bersama orang tuanya yang sudah tua dan anaknya sedang sakit.
Di vidio tersebut ibu br Sitompul ini sangat mengharapkan perhatian dan bantuan kepada Bupati Tapanuli Utara,pak KDM serta bapak presiden Prabowo Subianto atas kondisi yang sedang dialaminya saat ini di Huntara.
Untuk menyikapi berbagai protes dan kritikan yang terjadi dimasyarakat camat adiankoting Lammiduk sinaga bersama kepala desa Dolok nauli mengundang masyarakat untuk menerima tanggapan dan masukan dari masyarakat. Pertemuan tersebut diadakan di kantor kepala desa Dolok nauli yang dihadiri rifso Hutabarat mewakili perkim,Tohom Silaban, masyarakat, Kapolsek Adian koting serta mewakili danramil Senin 24-08/2026 .
Dalam rapat tersebut sempat terjadi keributan dan kritikan serta adanya isu kutipan dalam pendataan serta salah satu kepala sekolah terdata di huntap sementara sudah berdomisili di Tarutung.namun setelah mendapatkan tanggapan dari pihak pemerintah situasi dapat kondusif.pak camat bersama BNPB kabupaten Tapanuli Utara menjelaskan pemerintah masih berupaya untuk menyusul beberapa bantuan yang telah di janjikan pemerintah pusat serta membenahi berbagai kebutuhan masyarakat terdampak bencana alam yang menimpa kabupaten Tapanuli Utara terutama yang terjadi di kecamatan adiankoting
Terkait bantuan tunai Rp 250 juta yang diserahkan oleh kementerian .
Kemenkopolhukam dan diterima langsung oleh Jonas Aritonang selaku kepala desa Dolok nauli menjelaskan setelah menerima dana tersebut dia meminta petunjuk kepada Bupati Tapanuli Utara jonius taripar Hutabarat .
Pak Bupati memerintahkan uang tunai tersebut di sampaikan ke pak Lammiduk sinaga saat itu masih menjabat sekretaris camat adiankoting dan sekarang menjadi camat di kecamatan adiankoting.
Lammiduk menjelaskan sebagian dana tersebut telah diberikan kepada seluruh kepala desa terdampak bencana alam di kecamatan adiankoting jumlahnya 16 desa dengan rincian 5 juta rupiah di terima kepala desa.sebagian dana tersebut digunakan untuk membayar utang/ bon di warung desa sebelum adanya bantuan dari luar dan sebagian lagi dana tersebut masih disimpan jelasnya kepada media.@LS