JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID — Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Kusmanto, membuka Dialog Membangun Semangat Cinta Seni dan Budaya Kota Administrasi Jakarta Timur di Ruang Sri Gunting, Ruang Pola, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Timur tersebut melibatkan Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Jakarta Timur serta siswa-siswi tingkat SMA.
Dalam dialog tersebut, Kusmanto menekankan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap seni dan budaya Nusantara, khususnya budaya Betawi, kepada generasi muda. Menurutnya, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu yang hanya disimpan di museum, melainkan bagian dari identitas, karakter, dan jati diri bangsa.

Ia mengatakan, upaya melestarikan budaya di tengah perkembangan zaman dan karakter generasi Z membutuhkan pendekatan yang kreatif serta relevan dengan kehidupan anak muda saat ini.
“Harapannya dengan adanya kegiatan ini siswa mengerti tentang seni dan budaya, khususnya Jakarta yakni Betawi, karena budaya Betawi ini yang sudah turun-temurun. Walaupun mungkin mereka orang tuanya bukan keturunan Betawi, tetapi mereka besar di Jakarta,” ujar Kusmanto.
Menurutnya, generasi muda perlu memahami berbagai aspek budaya Betawi, mulai dari adat istiadat, kuliner, pakaian, hingga nilai kebersamaan dan keguyuban yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Betawi.
Kusmanto berharap dialog tersebut dapat menjadi ruang untuk menggali gagasan dan merumuskan cara baru dalam mengemas seni dan budaya lokal agar lebih menarik bagi generasi muda. Budaya, kata dia, harus dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang keren, kekinian, sekaligus memiliki nilai ekonomi kreatif tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
“Melestarikan budaya di era Gen Z tentu membutuhkan cara-cara yang baru dan kreatif. Tidak hanya menggunakan pendekatan konvensional. Kita perlu menggali ide dan mencari formulasi bagaimana mengemas seni budaya lokal agar menjadi sesuatu yang keren, kekinian, dan memiliki nilai ekonomi kreatif yang tinggi, tanpa harus kehilangan esensi luhurnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kusmanto mengajak generasi muda menjadikan kecintaan terhadap budaya sebagai bagian dari kecintaan terhadap Kota Jakarta. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pemilahan sampah, menghindari tawuran, serta menjauhi narkoba.
Ia berharap, kesadaran generasi muda terhadap budaya dan lingkungan dapat turut memperkuat karakter Jakarta sebagai kota global yang tetap memiliki identitas dan berbudaya.
“Dengan mencintai budaya, kita juga mencintai kota kita, Jakarta. Caranya antara lain dengan menjaga lingkungan, memilah sampah, tidak tawuran, dan menjauhi narkoba. Dengan begitu, Jakarta akan semakin berkembang sebagai kota global yang tetap berbudaya,” tandasnya.@Red