MEDAN, KLIK7TV.CO.ID – Tim Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) Dikmen SMK Tingkat Nasional asal Sumatera Utara gagal meraih prestasi tanpa gelar juara apapun yang digelar pada 26 Juli sampai 1 Agustus 202 secara daring dan luring di Jakarta.
Dari 21 siswa-siswi terbaik binaan Dinas Pendidikan Sumut bersama 18 pendamping memperlombakan 36 bidang lomba yang dipertandingkan pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2026 untuk berlaga di Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional Tahun 2026 di Jakarta.
Ketua Komunitas Media Pendidikan Sumatera Utara (KOMEDIKSU) Marlan Pasaribu kepada awak media, Senin (3/8/2026) kecewa atas kinerja Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Alexander Sinulingga karena berturut-turut dua tahun terakhir ini siswa-siswi Sumut kalah bersaing di tingkat nasional.
Akibat kegagalan meraih juara tersebut, Marlan meminta kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengevaluasi dan mencopot Alexander Sinulingga karena tak mampu menunjukkan pendidikan bermutu tak mampu mengimbangi provinsi di Pulau Jawa.
Sebagai evaluasi sejak tahun 2025 sampai tahun 2026 ini tanpa prestasi siswa-siswi LKSN dan tak membawa medali. Berikut ini yang masuk posisi lima besar, yakni Jawa Timur berada di posisi pertama, DKI Jakarta posisi kedua, Jawa Tengah posisi ketiga, Jawa Barat posisi keempat dan Kalimantan Selatan posisi kelima.
Ironisnya, anggaran yang dikeluarkan sekolah sebesar 35 juta tiap sekolah untuk biaya tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi dan penginapan
peserta dan pendamping. Tanpa adanya bantuan dari Dinas Pendidikan Sumut.
“Kontingen LKS SMK Sumut Tingkat Nasional di Jakarta belum bisa menorehkan prestasi membawa mendali. Hal ini sangat memprihatinkan bagi Disdik Sumut yang perlu berbenah diri untuk lebih intensif memperhatikan sekolah yang harus didukung (support) dari berbagai lini,” ujarnya.
Marlan yang juga pemerhati pendidikan dan aktivis Sumut ini menjelaskan, beberapa prioritas bagi Disdik Sumut berkaitan kegagalan merebut juara antara lain, seleksi lomba LKS Tingkat Provinsi Sumut jangan di laksanakan terlalu dekat dengan LKSN.
Dinas Pendidikan Sumut harus melakukan upaya mendrill/ memantapkan atau magang siswa yang telah terpilih ke tempat yang tepat.
Kemudian memberikan dan menyiapkan DIPA anggaran untuk pembinaan dan pendalaman materi lomba, membuat tim khusus pembinaan siswa LKS dengan program dan anggaran yang permanen.
Adanya support dan dukungan keleluasaan sekolah untuk mengelola anggaran untuk LKS. Harus terjun langsung pihak ke lokasi lomba guna memberikan dukungan.
Selanjutnya seragam kostum kontingen lebih diperhatian lagi sebagai ikon Sumut serta memberikan makanan dan vitamin yang lebih sehingga peserta lomba kuat fisik dan mental.
Reporter : Sabam Silitonga



