APJATI : Sistem Penempatan PMI Taiwan Yang Sudah Berjalan 30 Tahun Layak Diperkuat

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) menggelar acara Employment Business Matching Indonesia Taiwan, di Cosmos Hotel Taipei, Taiwan, Rabu (22/4/2026).

Dalam sambutannya Ketua Umum (Ketum) APJATI Said Saleh Alwaini mengatakan, hubungan ketenagakerjaan antara Indonesia dan Taiwan bukan hubungan baru.

“Ini adalah hubungan yang telah dibangun selama lebih dari tiga dekade. Hari ini, lebih dari 295.000 Pekerja Migran Indonesia bekerja di Taiwan merawat orang tua keluarga Taiwan, menjaga roda produksi pabrik-pabrik Taiwan tetap berjalan, di kapal-kapal nelayan, dan di lahan-lahan pertanian,” ujar Said Saleh Alwaini.

82% pekerja migran sektor perawatan di Taiwan lanjutnya, adalah orang Indonesia. Angka itu bukan sekadar statistik, itu adalah kepercayaan yang dibangun selama puluhan tahun, dari ribuan keluarga Taiwan dan ribuan perusahaan Taiwan yang mengandalkan tangan-tangan Indonesia.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang tulus kepada mitra-mitra asosiasi Taiwan kami atas semangat kolaboratif pagi ini. Kami tidak keluar dari ruangan tadi dengan semua jawaban, tetapi kami keluar dengan sesuatu yang lebih penting: kesepahaman bahwa sistem yang sudah berjalan selama 30 tahun ini layak untuk diperkuat, dan bahwa penguatan itu akan kita kerjakan bersama,” ucap Said Saleh Alwaini.

Menurut Said, Asosiasi P3MI tidak berkumpul hanya untuk memperluas hubungan ini ke sektor-sektor baru Taiwan : semikonduktor, AI, perhotelan, tenaga kesehatan. Tetapi berkumpul untuk memperkuat apa yang sudah ada, sembari membuka apa yang akan datang.

“Pemerintah Indonesia, melalui arahan Presiden, menargetkan penempatan 500.000 pekerja migran pada periode 2026 -2029 dan targetnya bukan lagi tenaga tidak terampil, tetapi tenaga yang terlatih, tersertifikasi, dan terlindungi. Indonesia hari ini siap memasok bukan hanya jumlah tetapi kualitas,” kata Said. (ARMAN R)

Pos serupa