HUMBAHAS., KLIK7TV.CO.ID – Bencana longsor kembali terjadi di ruas strategis Jalan Provinsi Sumatera Utara yang menghubungkan wilayah dengan . Peristiwa ini berlangsung sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi, dengan titik terparah berada di Desa , tepatnya di Dusun Jaga Payung, wilayah .
Kejadian tersebut tidak hanya menyebabkan gangguan lalu lintas di jalur vital antar kabupaten, tetapi juga mengakibatkan kecelakaan tunggal, di mana satu unit mobil pribadi jenis Toyota Innova terperosok ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 10 meter.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari rekan media di wilayah hukum Polres Humbang Hasundutan, longsor dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan Pakkat sejak Sabtu malam. Kondisi geografis yang didominasi perbukitan dengan struktur tanah yang labil memperbesar risiko terjadinya pergerakan tanah.
Material longsor berupa tanah dan batuan menutup sebagian badan jalan serta menggerus bahu jalan hingga mengalami amblas. Situasi ini membuat jalur menjadi sempit dan berbahaya, terutama bagi kendaraan yang melintas pada malam hingga pagi hari.
Memasuki Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB, saat aktivitas masyarakat mulai meningkat, kondisi jalan yang licin dan terbatas tersebut memicu kecelakaan.
Satu unit mobil Toyota Innova yang melintas di lokasi dilaporkan kehilangan kendali dan terjun ke jurang di sisi jalan. Berdasarkan hasil konfirmasi media melalui pesan WhatsApp dengan Plt. Camat Pakkat, Marko Siringoringo, diketahui bahwa terdapat tiga orang di dalam kendaraan tersebut beserta supir, dan kedalaman jurang kurang lebih 10 meter. Keduanya sudah dievakuasi dan dibawa untuk mendapatkan pertolongan,” ujarnya.
Kedua korban dilaporkan mengalami luka-luka, mulai dari luka ringan hingga luka yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa kedua korban merupakan keluarga bermarga Situmorang yang datang dari Jakarta menuju Pakkat, tepatnya ke kawasan Aek Sopang. Tujuan perjalanan mereka adalah untuk melayat orangtua yang meninggal dunia.
Di tengah perjalanan duka tersebut, musibah justru terjadi saat mereka melintasi jalur yang terdampak longsor. Kondisi jalan yang licin dan sempit diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan kendaraan kehilangan kendali.
Meski demikian, terdapat sedikit kelegaan bagi keluarga tersebut. Berdasarkan keterangan Plt. Camat Pakkat, kedua korban masih sempat melihat jenazah orangtuanya sebelum dimakamkan.“Mereka sempat melihat jenazah sebelum dimakamkan,” jelasnya.
Pihak kecamatan juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah dilakukan upaya mitigasi sederhana dengan membuat tanda peringatan berupa gundukan tanah di titik rawan longsor. Namun, upaya tersebut tidak bertahan lama.
“Sudah dibuat tanda berupa gundukan tanah, tetapi kembali longsor karena sering dilalui kendaraan bertonase besar seperti mobil tangki,” ungkap Marko Siringoringo.
Hal ini menunjukkan bahwa kondisi jalan di kawasan tersebut membutuhkan penanganan yang lebih serius dan permanen, mengingat tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas setiap harinya dan curah hujan .
Menanggapi kejadian ini, Kapolres Humbang Hasundutan AKBP. Adi Nugroho langsung menginstruksikan jajarannya untuk turun ke lokasi.”Personel kepolisian diterjunkan untuk melakukan pengamanan, membantu proses evakuasi korban dan kendaraan, serta mengatur arus lalu lintas yang sempat terganggu akibat longsor.
Kami langsung bergerak cepat ke lokasi untuk memastikan keselamatan masyarakat, membantu evakuasi, serta mengatur lalu lintas agar tetap bisa dilalui meskipun terbatas,” tegas Kapolres. Langkah ini dinilai krusial dalam mencegah terjadinya kecelakaan lanjutan, mengingat kondisi jalan yang masih rawan longsor susulan.
Di sisi lain, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan P. Nababan. SH. MH juga menunjukkan respons cepat dengan menginstruksikan perangkat daerah untuk segera turun ke lokasi kejadian.
Tim dari Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan langsung melakukan peninjauan guna mengidentifikasi tingkat kerusakan serta menentukan langkah penanganan darurat.
“Kami langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melihat kondisi secara langsung. Penanganan darurat harus segera dilakukan agar akses masyarakat tidak terputus,” ujar Bupati.
Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, mengingat status jalan tersebut berada di bawah kewenangan provinsi.
“Ini jalur strategis yang menghubungkan Humbahas dengan Tapanuli Selatan. Kami akan terus berkoordinasi agar perbaikan dapat dilakukan secepat mungkin,” tambahnya.
Respons cepat dari pihak kepolisian dan pemerintah daerah mendapat apresiasi dari masyarakat. Kehadiran mereka di lokasi dinilai mampu memberikan rasa aman serta mempercepat penanganan di tengah kondisi darurat.
Namun demikian, masyarakat juga berharap adanya langkah konkret jangka panjang, seperti penguatan struktur tebing, pembangunan drainase yang memadai, serta pemasangan rambu peringatan permanen di titik-titik rawan longsor.
Jalur Pakkat selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan rawan longsor di Sumatera Utara. Kombinasi antara kondisi geografis, curah hujan tinggi, serta aktivitas kendaraan berat menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan infrastruktur jalan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa upaya mitigasi bencana harus dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi, melibatkan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta instansi terkait lainnya.
Saat ini, arus lalu lintas di lokasi masih diberlakukan sistem buka-tutup dengan pengawasan petugas. Pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas pada malam hari atau dalam kondisi hujan.”Keselamatan menjadi prioritas utama, mengingat potensi longsor susulan masih dapat terjadi sewaktu-waktu di sepanjang jalur tersebut.
Peristiwa longsor di Pakkat tidak hanya menjadi catatan bencana, tetapi juga menunjukkan pentingnya kehadiran negara dalam situasi darurat. Respons cepat yang ditunjukkan oleh Kapolres Humbang Hasundutan dan Bupati Humbang Hasundutan menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara aparat dan pemerintah daerah mampu memberikan perlindungan serta rasa aman bagi masyarakat di tengah kondisi yang penuh risiko. (@HRP)
