Pemkab Humbahas Bentuk Forum Anak Sijamapolang

HUMBAHAS., KLIK7TV. CO.ID – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP2A) terus memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan daerah dengan melaksanakan kegiatan pembentukan dan penguatan Forum Anak Kecamatan Sijamapolang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberikan ruang partisipasi yang lebih luas kepada anak-anak untuk terlibat dalam berbagai proses pembangunan, sekaligus menjadi wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan sejak usia dini.
Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sijamapolang tersebut dihadiri oleh perwakilan pelajar dari sejumlah sekolah, guru pendamping, serta jajaran DPMDP2A Kabupaten Humbang Hasundutan.

Pembentukan Forum Anak ini juga menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak serta memastikan bahwa suara dan aspirasi anak dapat tersalurkan secara positif dan konstruktif.

Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris Kecamatan Sijamapolang, Jetro Agus Simanullang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa keberadaan Forum Anak memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong anak-anak untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat serta pembangunan daerah.

Menurutnya, anak-anak merupakan generasi penerus yang kelak akan memegang peran penting dalam melanjutkan pembangunan. Oleh karena itu, sejak dini mereka perlu diberikan ruang untuk belajar berorganisasi, berdiskusi, serta mengembangkan kemampuan dalam menyampaikan gagasan maupun aspirasi.

“Forum Anak merupakan wadah yang sangat baik bagi anak-anak untuk belajar mengekspresikan diri, menyampaikan ide-ide kreatif, serta terlibat dalam kegiatan yang positif. Melalui forum ini, anak-anak dapat mengembangkan potensi diri sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujar Jetro.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah kecamatan sangat mendukung berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi muda, khususnya melalui kegiatan yang memberikan nilai edukasi dan pembinaan karakter.

Sementara itu, sambutan Kepala DPMDP2A Kabupaten Humbang Hasundutan disampaikan oleh Sekretaris DPMDP2A, Redi Antonius Nababan, S.STP., M.SP. Dalam kesempatan tersebut, Redi menjelaskan bahwa Forum Anak bukan sekadar organisasi biasa, melainkan wadah partisipasi yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan dan perlindungan anak.

Menurutnya, keberadaan Forum Anak menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar menyampaikan pendapat secara terbuka, menyalurkan ide dan kreativitas, serta memperkuat rasa tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitarnya.

“Forum Anak merupakan ruang partisipasi bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, berdiskusi, serta memberikan gagasan yang dapat menjadi masukan bagi pembangunan daerah. Melalui forum ini pula, anak-anak dapat terlibat dalam forum-forum pembangunan seperti Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang,” jelas Redi.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan anak dalam forum pembangunan merupakan bentuk nyata dari pengakuan terhadap hak anak untuk didengar dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan mereka.

Lebih lanjut, Redi menekankan bahwa generasi muda saat ini hidup di tengah perubahan zaman yang sangat cepat. Perkembangan teknologi informasi yang pesat memberikan banyak kemudahan sekaligus tantangan yang harus dihadapi dengan bijak.

Menurutnya, kemajuan teknologi telah membuka akses informasi yang sangat luas bagi anak-anak dan remaja. Namun di sisi lain, tanpa pengawasan dan pemahaman yang baik, perkembangan teknologi juga dapat membawa dampak negatif bagi generasi muda.

Ia menyebutkan berbagai tantangan yang saat ini dihadapi oleh anak-anak dan remaja, mulai dari kenakalan remaja, tekanan mental akibat tuntutan kehidupan modern, hingga pengaruh negatif dari lingkungan pergaulan maupun penggunaan media sosial yang tidak terkendali.

Anak-anak dan remaja saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Perkembangan teknologi dan informasi membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan serta pendampingan agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara bijak,” katanya.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Forum Anak diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan yang efektif bagi generasi muda untuk mengembangkan diri sekaligus membangun kesadaran sosial di lingkungan masyarakat.

Redi juga menjelaskan bahwa dalam Forum Anak, para peserta didorong untuk berperan sebagai pelopor dan pelapor. Konsep ini menjadi salah satu prinsip utama dalam gerakan Forum Anak di berbagai daerah.

Sebagai pelopor, anak-anak diharapkan mampu menjadi contoh bagi teman sebaya dalam melakukan kegiatan positif, seperti kegiatan sosial, pendidikan, seni, olahraga, serta berbagai aktivitas kreatif lainnya yang dapat memberikan dampak baik bagi lingkungan.

Sementara itu, sebagai pelapor, anak-anak diharapkan memiliki keberanian untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang dialami oleh anak-anak di lingkungan sekitarnya, baik yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak, perundungan, maupun persoalan sosial lainnya.

Dengan adanya peran tersebut, diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi oleh anak-anak dapat diketahui lebih cepat sehingga dapat ditangani secara bersama oleh pemerintah, sekolah, maupun masyarakat.

“Forum Anak bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga wadah untuk membangun kepedulian sosial. Anak-anak diharapkan mampu menjadi pelopor dalam kegiatan positif serta berani melaporkan berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan mereka,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Redi juga memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak takut untuk mengembangkan potensi diri dan berani mengambil peran dalam berbagai kegiatan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh hanya berada dalam zona nyaman, tetapi harus memiliki keberanian untuk tampil, menyampaikan pendapat, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Anak muda tidak boleh hanya berada di zona nyaman. Anak muda harus berani menyampaikan pendapat dan berkontribusi bagi masyarakat. Kalian adalah generasi yang akan menjadi penopang pembangunan di masa depan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun karakter yang kuat serta memanfaatkan teknologi secara positif dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, teknologi seharusnya menjadi alat yang membantu generasi muda untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kreativitas, bukan sebaliknya menjadi faktor yang menghambat perkembangan diri.

“Kita harus mampu mengendalikan perkembangan zaman, bukan kita yang dikendalikan oleh perkembangan zaman. Gunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat seperti belajar, berkarya, serta membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa generasi muda saat ini harus dipersiapkan menjadi generasi emas yang mampu menghadapi berbagai perubahan global di masa depan.

Generasi emas, menurutnya, tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses panjang yang melibatkan pendidikan yang baik, pembentukan karakter, serta keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan yang memberikan nilai positif.

Ia menekankan bahwa setiap anak harus memiliki kesadaran untuk mempersiapkan diri sejak dini agar mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Sebelum kita dipersiapkan oleh orang lain, kita harus terlebih dahulu mempersiapkan diri kita sendiri. Persiapkan diri dengan belajar sungguh-sungguh, membangun karakter yang baik, serta aktif dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kegiatan pembentukan Forum Anak Kecamatan Sijamapolang ini juga diisi dengan berbagai sesi diskusi dan pembinaan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para peserta mengenai peran dan fungsi Forum Anak dalam kehidupan bermasyarakat.

Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya partisipasi anak dalam pembangunan, hak-hak anak, serta berbagai program yang berkaitan dengan perlindungan anak di tingkat daerah.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi para pelajar untuk saling berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta membangun jaringan pertemanan yang positif di antara sesama generasi muda.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (P2A) DPMDP2A Kabupaten Humbang Hasundutan, Henny Dwi Putri Silaban, serta para siswa perwakilan dari SMA Negeri 1 Sijamapolang dan SMP Negeri 018 Bonan Dolok 1 yang didampingi oleh para guru pendamping.

Para guru pendamping menyambut baik kegiatan ini karena dinilai dapat memberikan pengalaman berharga bagi para pelajar dalam mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta kerja sama tim.

Melalui pembentukan Forum Anak di tingkat kecamatan ini, diharapkan semakin banyak anak-anak yang memiliki kesadaran untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan pembangunan di lingkungan mereka.

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan juga berharap Forum Anak dapat menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan bagi generasi muda sehingga mampu melahirkan anak-anak yang kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Dengan adanya Forum Anak Kecamatan Sijamapolang, diharapkan generasi muda di wilayah tersebut dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berintegritas, serta siap menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Humbang Hasundutan di masa yang akan datang.

Ke depan, pemerintah daerah melalui DPMDP2A akan terus mendorong pembentukan dan penguatan Forum Anak di berbagai kecamatan sebagai bagian dari komitmen untuk mewujudkan Kabupaten Humbang Hasundutan yang ramah anak serta memberikan ruang yang luas bagi generasi muda untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.(@HRP)

Pos serupa