PELATIHAN DAN BIMBINGAN PPKD JAKARTA UTARA POSITIF BANTU TURUNKAN ANGKA PENGANGGURAN

Jakarta – Kota Administrasi Jakarta Utara terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakatnya melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan keterampilan. Salah satu upaya tersebut adalah melalui Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD), yang berfokus pada peningkatan kemampuan dan keterampilan masyarakat untuk meningkatkan kesempatan kerja.

Dalam upaya meminimalisasi angka pengangguran, PPKD Jakarta Utara terus memotivasi masyarakat untuk mengikuti pelatihan berbasis yang kekinian dan global. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang-bidang yang sedang berkembang, seperti teknologi, pariwisata, dan industri kreatif menghadapi persaingan global yang kian terbuka.

“Kami menyiapkan berbagai pelatihan untuk masyarakat Jakarta Utara baik bersifat reguler maupun mobile. Reguler yaitu masyarakat bisa datang langsung ke kantor kami sedangkan mobile bersifat jemput bola, kami yang mendatangi masyarakat melalui program MTU (Mobile Traning Unit),” jelas Faradisa Saforda Bastuni, Kepala PPKD Kota Jakarta Utara, dalam satu kesempatan, Kamis 26 Februari 2026.

Terkait MTU, ia memperjelas ada delapan jurusan yang dapat masyarakat usia 17 tahun keatas manfaatkan peluang untuk mengembangkan potensi diri dan peluang usaha serta kesempatan meraih lapangan pekerjaan.

Kejuruan tersebut yaitu antaranya tata boga, tata busana, tata rias, teknik pendingan/AC, teknik komputer, teknik sepeda motor, desain grafis. Dalam setiap kejuruan diikuti 10 peserta/ satu kelompok selama 20 hari dengan total durasi 145 jam. Selain itu, 19 program kejuruan lainya disiapkan secara reguler.

“Tahun ini 2026 setiap kejuruan MTU bakal mendapat sertifikasi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), Ini adalah bentuk peningkatan pelayanan kami dibidang pelatihan kerja dengan tujuan agar lebih bernilai dan profesional,” jelas Fara sapaan akrab Faradisa Saforda Bastuni.

Namun demikian, kata Fara, bukan berarti sertifikat yang di keluarkan pada jalur MTU tahun-tahun sebelumnya tidak bernilai. Sedangkan kelusan pelatihan jalur reguler sudah bersertifikat BNSP. jadi kini seluruh pelatihan kejuruan di PPKD Jakarta Utara telah memperoleh BNSP.

“Sertifikat jalur MTU yang kami pernah keluarkan tetap bernilai karena itu resmi dan sah. Hanya saja tahun ini ada peningkatan pemberian sertifikasi bekerja sama dengan BNSP. Peserta pelatihan jalur MTU bakal lebih berpeluang besar didunia usaha baik mandiri maupun industri,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya andil dalam mengurangi angka pengangguran di Jakarta Utara pada tahun 2025.

Catatanya, berdasarkan data BPS tahun 2025 pengangguran tingkat DKI Jakarta sebesar 6,31 persen per November 2025.

Sedangkan TPT di Jakarta Utara pada bulan Agustus 2025 sebesar 6,02 persen. Angka ini mengalami penurunan 0,16 persen dibanding dengan Agustus 2024 yaitu sebesar 57,32 ribu orang.

” Penyerapan peserta pelatihan didunia kerja PPKD Jakarta Utara tahun 2025 sebesar 1.160 orang yang terserap bekerja diindustri maupun usaha mandiri sebanyak 823 orang atau sebesar 70,95 persen, pada tahun 2025. Peserta kami yang belum mendapatkan pekerjaan maupun usaha mandiri, tetap kami monitor,” terangnya.

Kegiatan PPKD Jakarta Utara sangat berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja. Hal ini disebabkan pelatihan, bimbingan dan arahan peserta peserta pelatihan cukup maksimal sehingga dapat tersalurkan dan berkontribusi mengurangi angka pengangguran di Jakarta Utara.

“Kami terus mendorong dan membekali pelaku usaha/wirausaha/industri kreatif dan lapangan pekerjaan melalui keterampilan. Kami juga berkolaborasi pada dunia industri usaha guna memenuhi standar kebutuhan pasar dunia pekerjaan,” demikian jelasnya.

Pos serupa