605 Siswa SMKN 8 Medan Mengikuti Ujian TKA

MEDAN, KLIK7TV.CO.ID – Sebanyak 605 siswa-siswi kelas XII SMK Negeri 8 Medan mengikuti asesmen Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berlangsung 3 sampai 6 November 2025 serentak di Indonesia. 

Kepala SMKN 8 Medan Wilma Handayani MSi melalui Wakasek Kurikulum Iin Aprinauli kepada awak media, Kamis (6/11/2025) merasa bersyukur karena pelaksanaan TKA berjalan lancar dan tanpa kendala.

“Alhamdulillah, semua kegiatan TKA berjalan lancar baik gelombang pertama dan gelombang kedua selama empat hari tidak ada permasalahan-permasalahan,” ujar Iin Aprinauli.

Lanjut dia, untuk keseluruhan yang mengikuti peserta TKA berjumlah 605 orang, sebanyak 33 siswa-siswi SMKN 8 Medan mengikuti peraktek kerja lapangan (PKL) di Batam dan Yogyakarta.

“Mereka ditumpangkan di sekolah yang terdekat dengan lokasi PKL untuk di Batam bekerjasama dengan SMKN 1, SMKN 7. Sedangkan di Yoyakarta ditempatkan di SMKN 1,” kata Iin.

Ia menambahkan bahwa TKA ini bukan bisa penentuan kelulusan. “Jadi tidak ada hubungannya sama sekali dengan kelulusan peserta didik. Itu tetap ditentukan oleh pembelajaran selama 6 semester,” tambanya.

Begitu pula bagi peserta didik yang telah mengikuti TKA akan memperoleh sertifikat TK A yang bisa digunakan nanti sebagai acuan apa anak-anak ketika mau masuk di jalur prestasi SNBP dan lainnya. 

“Meskipun tak ada pengaruhnya anak-anak boleh tidak mengikuti TKA. Walaupun tidak diwajibkan banyak anak didik yang mengikutinya. Kita telah memberikan pandangan untuk ke arah masa depan supaya anak-anak mengetahui nanti kita setelah menerima sertifikat itu,” jelas Iin.

Mengenai kerahasiaan soal TKA yang diberikan Kemendikdasmen, Iin mengaku sangat rahasia. Asesmen dimulai setelah resmi aplikasi dibuka, sehingga soal antar sesama siswa berbeda-beda. 

Memang di juknis,.ada soal, kisi-kisi ada diberikan tapi yang keluar jawabannya tidak sama. “Setiap soal diacak karena itu sistem online yang diprogram khusus untuk TKA,” ujar Iin.

Wakasek juga menjelaskan, TKA bertujuan untuk mengukur kemampuan anak didik. Nilai rapor yang sebenarnya dengan TKA digunakan sebagai validasi. 

Namun yang menjadi perhatian kenapa ada soal-soal di SMA yang diujikan menjadi matapelajaran pilihan yang selama ini dipelajari di SMA, seperti matapelajaran sosiologi, ekonomi, geografi dan sebagainya.

Sementara ada beberapa matapelajaran yang tidak dipelajari di SMK karena hanya matapelajaran kejuruan yang menjadi peraktek yang konsentrasinya lulusan SMK itu bekerja dan tidak melanjutkan kuliah. 

“Kedepan mudah-mudahan untuk lulusan SMK matapelajaran tersebut yang dimaksud dapat dikaji lagi sehingga anak-anak pun bisa diuntungkan,” ujar. 

Reporter : Marlan Pasaribu

Pos serupa