By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KLIK7TVKLIK7TVKLIK7TV
Reading: PMI Perempuan Masih Rentan, Menteri Karding Ajak Fatayat NU Turun Gunung
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
KLIK7TVKLIK7TV
Font ResizerAa
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KLIK7TV > Blog > Ekonomi > PMI Perempuan Masih Rentan, Menteri Karding Ajak Fatayat NU Turun Gunung
Ekonomi

PMI Perempuan Masih Rentan, Menteri Karding Ajak Fatayat NU Turun Gunung

Arman Naker
Last updated: June 29, 2025 6:53 am
Arman Naker
1 year ago
Share
SHARE

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, mengajak Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengambil peran lebih aktif dalam perlindungan dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya perempuan.

Ajakan itu disampaikan Menteri Karding dalam pertemuan bersama Pimpinan Pusat Fatayat NU, di Ciputat, Jakarta Selatan, Sabtu (28/6/2025).

Menurut Karding, mayoritas PMI yang bekerja di luar negeri masih menghadapi tantangan serius, terutama karena banyak yang berangkat secara nonprosedural.

“Sebanyak 97 persen kasus terjadi karena mereka berangkat secara ilegal. Karena tidak terdaftar, kita tidak tahu siapa penyalurnya, apa pekerjaannya, di mana alamatnya, seperti apa kontrak kerjanya,” ungkap Karding.

Ia menjelaskan, sebagian besar PMI bekerja di sektor domestik, dengan 80 persen berprofesi sebagai pekerja rumah tangga. Dari jumlah tersebut, 63,7 persen adalah perempuan dengan tingkat pendidikan rata-rata SD dan SMP.

“Bisa dibayangkan betapa rawannya posisi mereka,” ujarnya.

Karding menilai, organisasi perempuan seperti Fatayat NU memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat desa agar mereka lebih sadar akan pentingnya migrasi yang aman dan prosedural.

“Fatayat bisa bantu edukasi masyarakat desa. Kalau perlu, jadi semacam tim pelindungan pekerja migran di desa-desa,” ucap Karding..

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya literasi keuangan bagi keluarga PMI, terutama agar uang hasil kerja di luar negeri bisa dikelola secara bijak.

“Orang yang kaya bukan yang penghasilannya besar, tapi yang bisa mengelola keuangannya dengan baik. Fatayat bisa ambil peran edukasi keuangan di kantong-kantong PMI,” ujarnya.

Menurut Karding, pelindungan pekerja migran bukan hanya soal hukum dan prosedur, tetapi juga soal pembangunan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Tugas negara adalah melindungi seluruh anak bangsa, baik di dalam maupun luar negeri. Tapi kami tidak bisa kerja sendiri. Perlu dukungan dari banyak pihak, termasuk Fatayat NU,” tegasnya. (ARMAN R)

You Might Also Like

Lindungi PMI Dari Hulu Ke Hilir, Kementerian P2MI Teken MoU dan PKS Dengan Mitra Strategis
Menteri Mukhtarudin dan Gubernur Dedi Mulyadi Siapkan Strategi Baru bagi Pekerja Migran Indonesia Asal Jawa Barat
Pemkot Cirebon Apresiasi Acara Seminar Peluang Kerja Mengemudi di Jepang
Sambut Tahun 2025, APJATI Komitmen Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas PMI
Wamen Christina Temui Dubes Bulgaria : Dorong Percepatan Visa dan Jajaki MoU Penempatan Pekerja Migran
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Satgas Yonif 715/Mtl Bagikan Sembako Memperkuat Kepedulian Terhadap Sesama Diperbatasan
Next Article Komandan Lanud SIM Ikuti Pawai Ta’aruf Sambut Tahun Baru Islam 1447 H di Aceh Besar
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Find Us on Socials

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?