Home Ekonomi Wamen Christina Dorong Pemetaan Peluang Kerja Baru dan Perluasan Skema SSW di Jepang

Wamen Christina Dorong Pemetaan Peluang Kerja Baru dan Perluasan Skema SSW di Jepang

Share
Share

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, terus memperkuat sinergi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo guna mengoptimalkan peluang penempatan pekerja migran Indonesia di Jepang.

Hal tersebut disampaikan Wamen Christina saat pertemuan secara daring dengan Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, yang membahas potensi perluasan pasar kerja Indonesia di Jepang, kebutuhan informasi pasar kerja (market intelligence), hingga Program SMK Go Global.

“Jepang menjadi salah satu negara tujuan penempatan yang sangat strategis bagi pekerja migran Indonesia. Saya percaya ini menjadi momentum yang baik untuk bersama-sama mencari solusi atas berbagai tantangan sekaligus mengoptimalkan peluang yang tersedia,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Sektor kesehatan, manufaktur, pertanian, pengolahan makanan dan caregiving masih menjadi sektor dengan permintaan tinggi di Jepang.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Christina juga memaparkan program direktif Presiden Prabowo Subianto, SMK Go Global yang bertujuan meningkatkan kompetensi lulusan SMK agar siap bekerja di luar negeri melalui pelatihan bahasa, peningkatan kompetensi, maupun sertifikasi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

“Jepang menjadi salah satu negara prioritas dalam program ini. Pada 2026 kami menargetkan pelatihan bagi 40 ribu peserta untuk berbagai negara dengan sektor prioritas meliputi kesehatan, manufaktur, hospitality, agrikultur, konstruksi, transportasi, juru las dan lainnya. Output program ini adalah penempatan kerja di luar negeri,” jelas politisi Partai Golkar itu.

Untuk mendukung pencapaian tersebut, Wamen Christina meminta dukungan KBRI Tokyo menyediakan informasi mengenai sektor prioritas, perkembangan regulasi ketenagakerjaan, tren kebutuhan tenaga kerja, serta standar kompetensi yang dibutuhkan industri di Jepang agar kurikulum pelatihan di Indonesia dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

“Kami juga berharap KBRI dapat membantu melakukan pemetaan peluang baru, termasuk kemungkinan bertambahnya sektor dalam skema SSW (Specified Skilled Worker). Informasi ini sangat penting agar Indonesia dapat menyiapkan tenaga kerja yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha di Jepang,” katanya.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh perwakilan Indonesia di luar negeri. Kolaborasi ini menjadi kunci meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global,” pungkas Christina Aryani. (ARMAN R)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Ketum PWI Pusat: Modal Ventura Harus Diperkuat untuk Dorong UMKM dan Ekonomi Berkelanjutan

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID — Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir...

Perayaan Mid-Autumn Festival 2026, The Hermitage a Tribute Portfolio Hotel, Jakarta Persembahkan “Harvest of Harmony”

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Menyambut perayaan Mid-Autumn Festival 2026, The Hermitage, a Tribute...

Hut RI 2026, The Hermitage, a Tribute Portfolio Hotel, Jakarta Hadirkan “Rijsttafel: Cerita Rasa Nusantara”

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Dalam semangat merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, The Hermitage, a...

Rayakan bulan Agustus dengan Staycation Eksklusif di ibis Styles Jakarta Sunter

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Menyambut bulan Agustus yang penuh dengan semangat liburan dan...