Home TNI AL TNI AL Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi Di Km Gunung Dempo, Delapan Ekor Burung Langka Diamankan

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi Di Km Gunung Dempo, Delapan Ekor Burung Langka Diamankan

Share
Share

JAKARTA, KLIK7TV..CO.ID – Tim patroli pengamanan Pelni TNI Angkatan Laut Kodaeral XIV bersama aparat terkait berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satwa dilindungi di KM Gunung Dempo saat kapal sandar di Pelabuhan Umum Pelindo Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (15/5).

Dalam kegiatan pengamanan dan pemeriksaan yang berlangsung sejak pukul 18.25 hingga 00.05 WIT tersebut, petugas berhasil mengamankan delapan ekor satwa dilindungi yang terdiri dari enam ekor burung Kasturi Kepala Hitam dan dua ekor burung Kakatua Jambul Kuning.

Pengamanan dilakukan saat tim patroli melaksanakan pemeriksaan aktivitas bongkar muat penumpang dan barang bawaan di atas kapal. Dari hasil pemeriksaan di Deck 4, petugas terlebih dahulu menemukan seekor burung Kasturi Kepala Hitam yang disembunyikan di dalam botol air mineral milik salah satu penumpang rute Manokwari tujuan Makassar. Penumpang tersebut kemudian diberikan penyadartahuan terkait status satwa dilindungi dan menyerahkan satwa tersebut secara sukarela kepada petugas.

Selanjutnya, tim patroli kembali menemukan lima ekor burung Kasturi Kepala Hitam tanpa pemilik yang disembunyikan di dalam koper pada Deck 5 kapal. Tidak berselang lama, saat pemeriksaan X-Ray terhadap barang bawaan buruh pelabuhan, petugas kembali mengamankan dua ekor burung Kakatua Jambul Kuning yang disembunyikan di dalam keranjang tanpa identitas pemilik.

Kegiatan pengamanan tersebut melibatkan personel gabungan dari Denintel dan Pomal Kodaeral XIV bersama petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat Daya. Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke kantor KSDA Wilayah I Sorong untuk dilakukan pendataan dan proses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Satwa yang diamankan diketahui merupakan satwa dilindungi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAHE sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 32 Tahun 2024, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda hingga Rp5 miliar bagi pelaku perdagangan maupun pengangkutan ilegal satwa dilindungi.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar seluruh prajurit TNI AL terus meningkatkan kewaspadaan, profesionalisme, serta sinergitas dengan instansi terkait dalam menjaga keamanan wilayah maritim dan melindungi sumber daya alam Indonesia demi keberlanjutan generasi mendatang.@Red

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Kasal Buka Rapim Pembinaan Saka Bahari Nasional Ta 2026: Dalam Wujudkan Pertahanan Negara Di Laut

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID — Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad...

Tanggap Darurat Karhutla, TNI AL Bersama Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan di Jambi

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – TNI AL melalui Babinpotmar Pos Simpang Tua Lanal Palembang...

KRI dr. Soeharso-990 Jadi Rimah Sakiy Darutat Korban Bencana NTT, Rawat Pasien Hingga Suplai Oksigen

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – KRI dr. Soeharso-990 berperan strategis sebagai rumah sakit darurat...

TNI AL Kerahkan KRI Teluk Parigi-539 Angkutan Bantuan Logistik Bencana Gempa Bumi NTT Ke Maumere

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID — TNI AL terus bergerak cepat mendistribusikan +- 50 ton...