PAKKAT, KLIK7 TV.CO.ID – Warga Desa Tukka Dolok, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, kembali dibuat resah dengan kemunculan satwa liar yang diduga merupakan harimau Sumatera.
Satwa liar tersebut diduga masuk ke kawasan perladangan warga dan menerkam seekor ternak lembu milik warga bernama Darwin Simanjuntak. Peristiwa itu diketahui pada Kamis (3/9/2026) sore, saat pemilik ternak melihat kondisi lembunya di kawasan perladangan yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman.
Kepala Desa Tukka Dolok, Sumartono Pardosi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, ketika ditemukan, kondisi lembu milik warga tersebut sudah menjadi bangkai dan bagian tubuhnya telah dimangsa.
“Lembu biasanya ditinggalkan pemiliknya di ladang. Namun pada Kamis sore, lembu miliknya sudah tinggal bangkai, mulai dari bagian perut hingga kepala,” ujar Sumartono saat dikonfirmasi, Jumat (4/9) malam.
Sumartono memperkirakan serangan tersebut terjadi antara Rabu malam hingga Kamis subuh. Dugaan itu berdasarkan kondisi bangkai yang belum mengeluarkan bau menyengat, meski sudah dikerumuni lalat.
KEJADIAN KETIGAA DI KECEMATAN PAKKAT
Menurut Sumartono, kejadian ternak warga diterkam satwa liar di wilayah Kecamatan Pakkat sudah terjadi sebanyak tiga kali.
Peristiwa pertama terjadi di kawasan perladangan warga Desa Ambobi Parangian pada Juli 2026. Kemudian kejadian kedua terjadi di kawasan perladangan Desa Tukka Dolok pada Agustus lalu.
“Yang ketiga terjadi pada Kamis (3/9) ini,” jelasnya.
Selain memangsa ternak warga, informasi dari masyarakat juga menyebutkan bahwa satwa yang diduga harimau tersebut pernah terlihat di sekitar perlintasan Jalan Pakkat-Barus.
Sumartono mengatakan, hingga saat ini tidak ada aktivitas penebangan hutan di wilayah Desa Tukka Dolok. Namun, desa tersebut berbatasan langsung dengan kawasan hutan sehingga diduga satwa liar dapat masuk hingga ke kawasan perladangan masyarakat.
WARGA DI IMBBAU WASPADA
Pasca kejadian tersebut, Pemerintah Desa Tukka Dolok telah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta membawa ternak ke lokasi yang lebih dekat dengan permukiman serta tidak bepergian atau bekerja seorang diri di kawasan perladangan.
“Menunggu penanganan dari pihak BKSDA, kita sudah mengimbau warga agar waspada dan segera melaporkan informasi pergerakan satwa liar kepada pemerintah,” ujar Sumartono.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Petugas BKSDA dijadwalkan turun ke lokasi tempat ditemukannya ternak warga yang diterkam satwa liar pada Sabtu (5/9/2026).
“Tadi kita sudah ditelepon pihak BKSDA. Untuk penanganan satwa liar, kita diminta melakukan pendampingan untuk turun langsung ke lokasi kejadian,” pungkasnya.
Pemerintah desa berharap penanganan segera dilakukan untuk memastikan keberadaan dan jenis satwa tersebut sekaligus mencegah terjadinya kejadian yang dapat membahayakan keselamatan warga maupun ternak masyarakat.(LASRO)