Pendidikan

SMAN 2 Lubuk Pakam Undang Ortu Peserta PPDB TP 2024/2025

MEDAN, KLIK7TV.CO.ID – Sebanyak 396 orang tua/wali siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam mengikuti rapat bersama sekaligus membicarakan tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) sekaligus penyampaian sumbangan pendidikan (SPP) berlangsung singkat dan sukses. 

“Puji Tuhan rapat bersama orang tua/wali berjalan lancar dan aman. Semua yang hadir setuju atas tata tertib di SMAN 2 Lubuk Pakam dan akan mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan sekolah,” kata Kepala SMA Negeri 2 Lubuk Pakam Sari Manurung , S,Pd,M,Pd, didampingi , Wakasek Kurikulum Agus Tambun, Wakasek Kesiswaan Esron S, dan Ketua Komite Mulyadi, disela-sela rapat bersama orang tua/wali di Aula sekolah, Sari Manurung, Kamis Pagi (11/7/2024).

Sari Manurung menjelaskan, SMAN 2 Lubuk Pakam telah menjadikan tradisi penyambutan siswa baru tahun akademik 2024/2025 dengan mengundang orang tua siswa mengikuti rapat yang bernama silaturahim dengan pimpinan sekolah. 

“Kita menyampaikan program apa di sekolah seperti penetapan uang SPP sebesar Rp 150.000 per bulan bagi siswa/siswi kelas X yang dinyatakan lulus dan diterima masuk di SMAN 2 Lubuk Pakam,” ujarnya. 

Kemudian juga dipaparkan prestasi peserta didik dan sekolah, keadaan sekolah, pola dan cara belajar di sekolah, peraturan yang harus ditaati semua siswa, disiplin dan sebagainya. 

“Semua aturan dan ketentuan bagi para siswa/siswi nantinya akan dibagikan mungkin saat siswa masuk nanti. Sehingga segala kebijakan yang telah ditetapkan SMAN 2 Lubuk Pakam dapat tercipta dan menjadi bagian penting bagi orang tua siswa guna mendukung program sekolah,” katanya.

Sari Manurung juga meminta dukungan orang tua karena anaknya di sekolah ini harus sama-sama menjaga anak-anak. Karena setiap peserta didik berhak menerima layanan pendidikan yang layak selama berada di sekolah ini.

“Kita juga menyarankan agar semua siswa/siswi mendapatkan jaminan selama anaknya di sini. Kita wajibkan mulai kelas X untuk membawa makanan dan minuman dari rumahnya. Jangan membawa motor atau makan siang diluar sekolah dan pada prinsipnya orang tua setuju,” tambah Sari. 

Lanjut Sari, hasil rapat dan pertemuan dengan orang tua/wali akan disampaikan kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I. Di awal penyambutan siswa baru ada penandatangan Pakta Integritas terhadap siswa menyangkut aturan disiplin. 

“Jika ada siswa terlibat geng motor, membawa senjata tajam (sajam), begal, narkoba, perundungan, kekerasan, tindak asusila (mesum), tawuran pelajar dan ketentuan aturan tata tertib yang dilanggar siswa maka akan dikeluarkan dari SMAN 2 Lubuk Pakam” paparnya. 

Di pertemuan itu juga, Sari menyampaikan informasi tentang peraturan kelulusan dan penentuan kenaikan kelas sebelum ditetapkan harus dilakukan rapat dewan guru. Kalau ada siswa yang absensinya banyak maka sekolah wajib melaporkannya kepada orang tua/wali. 

“Kita tak mau ada masalah dengan siswa. Jika siswa bermasalah bisa dipindahkan SMAN 2 Lubuk Pakam adalah lembaga pendidikan bukan pengadilan. Karenanya orang tua juga harus menjaga anaknya makanya perlu berkolaborasi antara orang tua siswa, guru dan sekolah,” jelasnya. 

Reporter : Sabam Silitonga

Related Posts