JAKARTA TIMUR, KLIK7TV.CO.ID – Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, melakukan penataan kawasan di Jalan Kerja Bakti, RW 04, dengan menutup tempat penampungan sampah (TPS) sementara yang berada di tepi jalan. Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian penataan kawasan Pasar Embrio untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertib, dan nyaman.
Camat Makasar, Dimas Prayudi, mengatakan penataan dilakukan bersama pihak kelurahan untuk mengembalikan fungsi kawasan sekaligus mencegah kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan di pinggir jalan.
Setelah lokasi penampungan sampah di tepi Jalan Kerja Bakti ditutup, aktivitas penampungan sampah diarahkan ke TPS bawah yang telah ditetapkan.
“Lokasi ini merupakan rangkaian kegiatan dari penataan Pasar Embrio. Harapannya, TPS yang berada di pinggir jalan raya ditutup dan kawasan ditata bersama kelurahan, sehingga warga tidak lagi membuang sampah di pinggir jalan,” kata Dimas, Rabu (14/10/2026).
Selain penutupan TPS, penataan kawasan juga mencakup penghijauan, penataan trotoar, dan pembenahan lingkungan dengan melibatkan jajaran kelurahan serta unsur sektoral terkait.
Penataan turut menyasar pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar lokasi, terutama pedagang yang beraktivitas pada malam hari. Keberadaan pedagang di tepi jalan dan di depan TPS menjadi salah satu aspek yang akan ditertibkan agar kawasan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Dimas menjelaskan, pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan pengawasan secara berkala. Para pedagang juga akan diajak bekerja sama agar tidak menempatkan dagangan di pinggir jalan raya maupun di depan TPS.
“Kita melibatkan RT dan RW, lalu Satpol PP untuk melakukan monitoring. Untuk pedagang malam, kita coba ajak agar meletakkan dagangannya tidak lagi di pinggir jalan raya ataupun di depan TPS,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dimas menegaskan bahwa penataan TPS harus diiringi perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Salah satu langkah yang perlu diperkuat adalah pemilahan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.
Menurutnya, pemilahan sampah dapat membantu mengurangi volume sampah yang dibuang sekaligus membuat proses pengelolaan dan penanganannya lebih efektif.
Untuk memperkuat pengawasan terhadap pelanggaran pembuangan sampah, Kecamatan Makasar juga merencanakan operasi tangkap tangan (OTT). Rencana tersebut dibahas melalui rapat bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Satpol PP, dan unsur terkait lainnya.
“Rencananya hari ini kita rapat OTT bersama LH, Satpol PP, dan unsur terkait. Kemungkinan besar ada dua lokasi, di Kelurahan Makasar dan Kelurahan Cipinang Melayu,” ujarnya.
Melalui penataan kawasan dan penguatan pengawasan tersebut, Kecamatan Makasar berharap tercipta lingkungan yang lebih tertib dan bersih, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang serta memilah sampah sesuai ketentuan yang berlaku.@Red