TARABINTANG,KLIKTV7.CO.ID – Tindak lanjut pemberitaan terkait satu unit ekskavator Komatsu PC 200 yang melintasi jalan hotmix tanpa menggunakan alas pelindung di wilayah Desa Sitanduk, Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbang Hasundutan, mulai menemui titik terang.
Berdasarkan hasil konfirmasi awak media kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Tulus Sipahutar, Senin (5/10/2026), diketahui bahwa alat berat tersebut merupakan alat milik pekerja yang terlibat dalam pekerjaan pengaspalan Jalan Napakubangan–Simbara–Tarabintang.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas PUTR dengan pelaksana pekerjaan CV. Abigail Wigata Mandiri.
Sesuai papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut tercantum dalam kontrak Nomor SP. PROC/05/PPK.PUTR-BM/VIII/2026 tertanggal 14 Agustus 2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp4.602.121.729.
Tulus Sipahutar mengatakan, pihaknya telah meminta pihak yang terlibat untuk melakukan perbaikan terhadap bagian jalan yang mengalami kerusakan akibat lintasan alat berat tersebut.
Menurutnya, pihak terkait juga akan membuat surat pernyataan sebagai bentuk kesanggupan untuk melakukan perbaikan kembali pada bagian jalan yang mengalami kerusakan.
Namun, warga meminta agar pernyataan tersebut tidak berhenti sebatas komitmen, tetapi segera diwujudkan di lapangan.
“Jangan asal ngomong diperbaiki, karena kerusakan ini kami yang menanggung,” ujar Wahyu Barutu, salah seorang warga.
Wahyu berharap pihak yang bertanggung jawab segera memperbaiki bagian jalan yang mengalami kerusakan. Menurutnya, jalan tersebut baru selesai dikerjakan dan menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kalau sudah rusak seperti ini, masyarakat juga yang dirugikan. Kami berharap perbaikannya benar-benar dilakukan,” katanya.
Warga juga meminta agar penggunaan alat berat dalam pelaksanaan pekerjaan proyek ke depan lebih memperhatikan kondisi jalan yang telah diaspal. Apabila alat berat harus melintasi jalan hotmix, masyarakat berharap digunakan perlindungan yang sesuai untuk meminimalkan risiko kerusakan permukaan jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu realisasi perbaikan sebagaimana yang telah disampaikan oleh pihak PPK.
Warga berharap perbaikan dapat segera dilakukan sehingga kondisi jalan kembali baik dan dapat digunakan masyarakat dengan nyaman serta aman.( LASRO )