By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
KLIK7TVKLIK7TVKLIK7TV
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Headnews
  • Daerah
  • POLRI
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Megapolitan
  • TNI
    • TNI AD
    • TNI AL
    • TNI AU
Reading: Audiensi Dengan Menteri Mukhtarudin, SPMI-PP Siap Jadi Mitra Positif dan Sosial Kontrol Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
Share
Font ResizerAa
KLIK7TVKLIK7TV
  • Home
  • Headnews
  • Daerah
  • POLRI
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Megapolitan
  • TNI
  • Home
  • Headnews
  • Daerah
  • POLRI
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Megapolitan
  • TNI
    • TNI AD
    • TNI AL
    • TNI AU
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
KLIK7TV > Blog > Ekonomi > Audiensi Dengan Menteri Mukhtarudin, SPMI-PP Siap Jadi Mitra Positif dan Sosial Kontrol Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
Ekonomi

Audiensi Dengan Menteri Mukhtarudin, SPMI-PP Siap Jadi Mitra Positif dan Sosial Kontrol Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Arman Naker
Last updated: October 15, 2025 10:33 pm
Arman Naker
9 months ago
Share
SHARE

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Serikat Peduli Migran Indonesia Perisai Pancasila (SPMI-PP) menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra sejati pemerintah. Bukan sekadar pengawas, SPMI-P siap mengambil peran sebagai Social Control konstruktif.

​”Kami hadir untuk memberikan masukan positif dan siap bekerja sama dalam setiap tahapan migrasi,” kata Waketum II SPMI- PP Nursalim.Spdi.MH ketika melakukan Audiensi dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dan jajarannya, di kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Dalam Audiensi tersebut SPMI-PP dihadiri Ketua Umum SPMI-PP Fathan, Waketum I SPMI-PP U.S Ringo,
Waketum II SPMI-PP Nursalim.Spdi.MH,
Kabid OKK SPMI-PP Fahmi SH, Kabid SDM SPMI-PP Hermanto.SS.SHi, Bendahara Umum SPMI-PP Budiman.Spdi dan Sek.Bid Advokasi SPMI-PP Saipul.SH.

Sedangkan Menteri P2MI Mukhtarudin didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Penempatan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Ahnas.

Menurut Waketum II SPMI- PP Nursalim.Spdi.MH, keterlibatan ini mencakup fase pra, masa, hingga purna penempatan. ​Langkah kolaboratif ini membawa harapan baru. Perlindungan PMI bukan lagi hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama yang digerakkan oleh semangat kemitraan dan pengawasan yang membangun.

Ini kata Nursalim, adalah pesan inspiratif. Ketika kepedulian bersatu dengan tindakan, perlindungan sejati tercipta.

SPMI-PP juga mengapresiasi Program Desa Migran Emas yang menjadi salah satu program favorit KP2MI karena Desa Migran Emas aktornya adalah desa itu sendiri.

Ia berharap, kedepan Pemerintah Desa punya peran nyata untuk melindungi PMI, seperti, antara lain Pemerintah Desa bisa menginput data keluarganya yang akan berangkat bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri sampai input data PMI yang pulang dari negara penempatan ke daerah asal.

Nursalim juga setuju dengan statement menteri P2MI ke media mengenai pelatihan dan pendidikan menjadi kunci utama Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) memiliki kualifikasi dan berkompeten.

SPMI-PP menyoroti Balai Latihan Kerja BLK yang ada di beberapa daerah, baik fasilitas maupun Sumber Daya Manusia (SDM) nya yang perlu dibenahi untuk menciptakan PMI yang berkualitas dan berkompeten

“Begitu juga dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) kita belum diupgrade, perlu pengawasan Lembaga Pelatihan apakah mereka melakukan standar kompetensi itu. SKKNI perlu diupgrade, apakah punya standar mutu. Penting setiap lembaga lembaga pelatihan ada jaminan standarisasi,” ujar Nursalim.

Menurutnya, program OPP (Orientasi Pra Pemberangkatan) untuk Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) perlu diupgrade, bahwa keinginan Presiden Prabowo, PMI Sebagai Duta Bangsa, mewakili Indonesia maka penting memasukkan pelatihan pemahaman tentang kewarganegaraan atau kebangsaan.

SPMI-PP juga siap berkontribusi memberikan pelatihan kepada CPMI mengenai kecintaan terhadap bangsa dan negara di manapun PMI Berada tetap cinta tanah airnya.

“80 persen persoalan PMI ada di dalam negeri, ketika kita mampu melakukan pembenahan 80 persen dari persoalan itu maka benang kusut kita bisa urai di dalam negeri sendiri,” ucap Nursalim.

Menteri P2MI Mukhtarudin yang mendengar paparan SPMI-PP, mengapresiasi penjelasan SPMI-PP, yang dinilainya sudah menguasai permasalahan PMI dari hulu sampai hilir

“Kalau ada mitra seperti ini kita jadi nyambung untuk melakukan perbaikan perbaikan tentang PMI,” ucap Mukhtarudin. (ARMAN R)

You Might Also Like

Kemnaker : Mudik Bersama Bukan Beban, tapi Cara Jaga Produktivitas Pekerja
Menteri P2MI Puji Pencapaian Luar Biasa 1 Tahun Pemerintahan Prabowo : Pelindungan Pekerja Migran Prioritas Utama Asta Cita
Wamen Christina Jajaki Potensi Pasar Baru Penempatan Pekerja Migran di Uzbekistan dan Asia Tengah
Pengesahan UU Masyarakat Adat dan Jalan Pulang Daulat Pangan
Peluang Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Brunei, Wamen Christina : Sektor Kesehatan hingga Pertanian
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Print
Previous Article Dari Dermaga Kolinlamil, Pelajar SMP Hang Tuah Ikuti Pelayaran Pembinaan Karakter Bangsa Ke-VII
Next Article KN. Tanjung Datu-301 Kenalkan Dunia Kemaritiman kepada Pelajar
about us

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Find Us on Socials

© KLIK7TV
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
[mc4wp_form]
Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?