NTT, KLIK7TV.CO.ID – Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad kembali menunjukkan kesigapan dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan dengan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 15 karung pakaian bekas (ball press) dari Timor Leste menuju Indonesia.
Penggagalan tersebut dilakukan oleh personel Pos Nunura Kompi 1 pada Minggu (15/03/2026) dini hari di Dusun Kotafoun B, Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Keberhasilan ini berawal dari pendekatan humanis yang selama ini dilakukan personel Pos Nunura kepada masyarakat di wilayah Desa Tohe. Melalui kepercayaan yang telah terbangun dengan warga, Danpos Nunura, Letda Arm David Partogi Sagala, menerima informasi terkait adanya aktivitas mencurigakan sekelompok orang yang membawa barang diduga ball press dari arah Timor Leste menuju wilayah Indonesia dan mengumpulkannya di salah satu rumah warga.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Pos Nunura segera melaksanakan patroli dan pengendapan di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur perlintasan barang ilegal di wilayah perbatasan.
Dalam pelaksanaan patroli tersebut, personel berhasil mengamankan dua karung ball press yang dibawa oleh tukang ojek barang menggunakan sepeda motor. Setelah dilakukan penyisiran di lokasi pengepulan, ditemukan tambahan 13 karung ball press yang tersimpan di dalam rumah milik salah satu warga di Dusun Kotafoun B, sehingga total barang bukti yang berhasil diamankan berjumlah 15 karung.
Berdasarkan keterangan salah satu tukang ojek barang, diketahui bahwa ball press tersebut merupakan milik seorang pemain barang selundupan bernama Jefri yang rencananya akan dibawa menuju wilayah Atambua untuk diperjualbelikan.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, personel Satgas juga bertindak secara profesional serta melaksanakan tindakan pengamanan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku.
Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara Satgas dengan masyarakat di wilayah perbatasan.
Ia menegaskan bahwa Satgas Pamtas akan terus meningkatkan pengawasan di sepanjang wilayah perbatasan guna mencegah berbagai aktivitas ilegal yang dapat merugikan negara serta mengganggu stabilitas keamanan di kawasan perbatasan. (Penkostrad).
Autentikasi
Kapen Kostrad, Kolonel Arm Eko Pristiono, S.H., M.I.Pol