Responsif Atas Aspirasi Warga, Anggota Komisi D DPRD DKI Apresiasi Sudin SDA Jakarta Utara

Jakarta – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Demokrat, Neneng Hasanah, mengapresiasi kinerja Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kota Administrasi Jakarta Utara yang responsif terhadap aspirasi warga. 

Apresiasi disampaikan Neneng atas langkah cepat Sudin SDA Jakarta Utara yang melakukan peninjauan terkait kondisi Waduk Belibis, RW 04 Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing yang selama ini kerap menjadi perhatian warga.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Sudin SDA Jakarta Utara yang telah merespons keluhan masyarakat. Hari ini Pak Kasudin bersama jajarannya meninjau langsung Waduk Belibis dan berkomitmen mencari solusi agar pengerukan bisa segera dilaksanakan,” ujar Neneng di lokasi peninjauan, pekan lalu.

Menurutnya, pengerukan harus menjadi prioritas agar kapasitas tampung waduk kembali optimal dalam menampung limpahan air hujan maupun aliran air dari wilayah sekitar.

“Kita ingin Waduk Belibis bisa berfungsi maksimal menampung air sebelum tahapan pembangunan lainnya dilakukan. Ini sangat penting untuk mengurangi risiko genangan dan banjir,” katanya.

Neneng juga menyoroti pentingnya pembukaan akses bagi kendaraan berat milik SDA agar proses pengerukan dapat berjalan maksimal.

“Kalau ingin pengerukan dilakukan secara optimal, maka akses kendaraan berat harus dibuka. Memang lokasinya berada di tengah dan akses masuknya cukup sulit, tetapi ini harus dicari jalan keluarnya demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Politisi Demokrat tersebut mengingatkan bahwa keberadaan Waduk Belibis tidak hanya penting bagi warga Semper Barat, tetapi juga menjadi titik tampung air dari sejumlah wilayah lain di Jakarta Utara.

“Waduk ini bukan hanya untuk warga Semper Barat. Air dari Kelapa Gading, Sukapura dan wilayah sekitarnya juga bermuara ke sini. Karena itu keberadaannya sangat strategis dalam sistem pengendalian banjir,” jelas Neneng.

Selain persoalan sedimentasi, Neneng turut menyoroti banyaknya tumpukan sampah plastik yang masih ditemukan di sekitar kawasan waduk. Ia meminta Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara segera mengambil langkah konkret.

“Tadi kami melihat masih ada tumpukan sampah plastik dan sampah residu lainnya. Saya meminta Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara segera menindaklanjuti, mengangkut sampah tersebut atau mencari solusi agar tidak terus menumpuk di kawasan waduk,” pungkasnya.

Penataan dan pengerukan Waduk Belibis diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi potensi banjir di wilayah Jakarta Utara sekaligus menghadirkan ruang terbuka yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara memastikan pengerukan Waduk Belibis akan segera dilakukan sebagai langkah awal penataan kawasan yang nantinya akan dikembangkan menjadi ruang publik berupa jogging track sekaligus tetap berfungsi sebagai pengendali banjir.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Heria Suwandi, mengatakan pihaknya saat ini tengah memetakan jalur terbaik untuk memasukkan alat berat ke lokasi waduk. Menurutnya, kondisi akses menjadi kendala utama karena ukuran alat berat yang akan digunakan jauh lebih besar dibanding lebar jalan yang tersedia.

“Embung atau Waduk Belibis ini akan ditata menjadi jogging track. Jadi selain berfungsi sebagai pengendali banjir, juga dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana rekreasi dan olahraga. Namun sebelum itu dilakukan, kami harus mengeruk waduk terlebih dahulu,” kata Heria saat meninjau lokasi.

Ia menjelaskan, jalan akses dari kawasan Taruna Raya hanya memiliki lebar sekitar lima meter, sementara alat berat jenis amphibious excavator (AB) yang akan diturunkan memiliki lebar antara enam hingga tujuh meter.

“Ini menjadi kendala bagi kami untuk memasukkan alat. Karena itu kami datang langsung ke lapangan untuk memastikan jalur mana yang paling memungkinkan, apakah melalui kawasan KBN, Jalan Cacing, atau akses lainnya. Setelah ini tim kami akan kembali melakukan survei untuk menentukan akses yang paling efektif, termasuk lokasi loading lumpur hasil pengerukan,” ujarnya.

Meski menghadapi kendala teknis, Heria optimistis solusi akses dapat segera ditemukan melalui koordinasi lintas pihak.

“Koordinasinya tidak sampai seminggu. Kalau akses ideal sudah ditemukan, pekerjaan bisa segera dilakukan. Pengerukan ini juga bukan pekerjaan sekali saja. Pemeliharaan waduk akan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan,” tegasnya.

Related posts

Walikota Jakut Salurkan Bantuan Pada Korban Kekerasan Seksual Anak Dibawah Umur di Sukapura

Momentum Hari Lahir Pancasila, Jasa Raharja Perkuat Peran sebagai Wujud Kehadiran Negara

Svarnabumi Hadirkan Engagement Day, Paket Perayaan Pertunangan Eksklusif yang Hangat, Intim, dan Penuh Kenangan