MEDAN, KLIK7TV.CO-.ID – Puncak kegiatan Pentas Seni 2026 di SLB-E Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatera Utara dimeriahkan dengan kehadiran Irdam I BB Brigjen TNI Josafath M Robert Duka, SIP beserta istri dan tamu kehormatan Dr RE Nainggolan mantan Sekdaprovsu.
Tampak hadir, Kasi SMA Cabdis Wilayah I Halimah Harahap, Kepsek SLB AUTIS yang juga Ketua MKKS Sumut Cawir Purba, Wakil Direktur Politeknik LP3I Medan Arie Candra Panjaitan, Ketua STIM SUKMA DR Wardayani dan Dr Lambok Pemancar selaku Pengawas mewakili Dinas Pendidikan Provsu.
RE Nainggolan usai penutupan, Kamis (4/6/2026) memberi apresiasi yang luar biasa ekspresi tanpa batas. “Selamat dan saya kagum dengan SLB-E Negeri Pembina dan berharap akan tumbuh berbagai sekolah-sekolah yang melayani para difabel,” pintanya.
RE Nainggolan juga akan menyampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara M Bobby Nasution agar juga ditambah sekolah SLB Negeri khususnya di Kota Medan termasuk guru-gurunya.
“Ternyata persoalan mendasar adalah kekurangan guru dan kekurangan sekolah-sekolah. Karena SLB-E Negeri Pembina ini adalah sekolah yang paling besar di Indonesia dan harapan akan menjadi sekolah yang semakin dipuji dan diminati,” tambahnya.
RE Nainggolan juga merasa salut dan bangga bagaimana para gurunya para bisa menahan emosi untuk melihat anak-anak yang memiliki kekurangan dan keterbatasan.
“Mereka setia melayani anak difabel ini dan lain sebagainya termasuk di dalamnya upaya-upaya dari para orang tua untuk senantiasa memberikan dukungan buat anaknya,” ujarnya.
Begitu pula Irdam I BB Brigjen Josafath bersama istri larut dalam suasana kegembiraan dan membeli satu lukisan siswa difabel karya anak didik SLB-E Negeri Pembina sebagai cenderamata di stan bazaar yang diadakan panitia Pentas Seni.
Sambil berfoto bersama peserta didik, Brigjen Josafath dan istri begitu kagum atas motivasi anak difabel yang tekun belajar dan berinovasi membuat kerajinan tangan yang layak dijual dan bernilai ekonomis.
Kepala SLB-E Negeri Pembina Mardi Panjaitan mengatakan, Pentas Seni 2026 berlangsung selama tiga hari mulai 2 hingga 4 Juni menjadi wadah bagi peserta didik untuk menampilkan berbagai kemampuan terbaik yang telah diasah selama proses pembelajaran.
Beragam perlombaan di bidang seni dan keterampilan vokasional digelar untuk memberikan ruang ekspresi sekaligus mengembangkan rasa percaya diri para peserta.
Pada hari pertama pelaksanaan, peserta didik mengikuti sejumlah kompetisi yang meliputi keterampilan teknologi informasi (IT), menjahit, griya kayu, sablon, mewarnai, hingga melukis.
Setiap cabang lomba dirancang untuk menggali potensi sekaligus mengapresiasi kemampuan unik yang dimiliki masing-masing peserta didik.
Melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi, Pentas Seni 2026 menjadi bukti bahwa setiap peserta didik memiliki kemampuan, kreativitas, dan prestasi yang patut dibanggakan serta diapresiasi oleh masyarakat.
Reporter : Marlan Pasaribu