JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, melakukan kunjungan kerja strategis ke salah satu raksasa industri sawit Malaysia, SD Guthrie, pada Kamis (21/5/2026).
Lawatan resmi ini dilakukan guna memastikan standardisasi pelindungan hulu-ke-hilir bagi Pekerja Migran Indonesia sekaligus memperkenalkan terobosan sistem pendataan digital terintegrasi melalui aplikasi “Halo Migran”.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Mukhtarudin didampingi oleh Direktur Penempatan KP2MI, Ahnas, serta Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, Dwi Setiawan Susanto.
Kehadiran delegasi tingkat tinggi Indonesia ini disambut langsung oleh jajaran eksekutif tertinggi SD Guthrie, antara lain, Jeffry Faizal Kamaruddin (Chief Executive Officer, Upstream Malaysia), Khairul Nizam Idris (Chief Operating Officer, Upstream Malaysia), Razlanshah Abd Malek (Head of Group Operations Services) dan Rozli Alwi, (Regional Chief Executive Officer).
Turut hadir mengawal jalannya pertemuan diplomatik ini, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Malaysia, Raden Dato’ Mohamad Iman Hascarya Kusumo.
Kemitraan Berbasis Mutual Trustdan Nilai Persaudaraan
Chief Executive Officer Upstream Malaysia SD Guthrie, Jeffry Faizal Kamaruddin, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kehormatan besar sekaligus penanda kuatnya hubungan saling percaya (mutual trust) yang telah lama terajin antara kedua negara.
Jeffry menegaskan bahwa pekerja migran adalah pilar kelangsungan bisnis mereka. Hingga tahun 2026, total pekerja migran yang bernaung di bawah SD Guthrie mencapai lebih dari 18.000 orang, di mana ratusan orang di antaranya merupakan tenaga kerja asal Indonesia.
Angka tersebut menegaskan betapa strategisnya posisi Indonesia bagi operasional perusahaan.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pekerja Indonesia yang telah sekian lama menjadi tulang punggung (backbone) perusahaan kami. Hubungan ini bukan semata-mata urusan ekonomi, melainkan hubungan persaudaraan. Kami ingin sekembalinya ke tanah air kelak, para Pekerja Migran membawa pulang ilmu dan pengalaman yang berharga untuk keluarga mereka,” ujar Jeffry, sembari berterima kasih atas dukungan konsisten dari KBRI Kuala Lumpur.
Rekrutmen Prosedural SD Guthrie Jadi Role Model Nasional
Setelah meninjau langsung kondisi fasilitas dan ekosistem kerja di lapangan, Menteri P2MI Mukhtarudin memberikan pujian atas komitmen kepatuhan hukum yang ditunjukkan oleh manajemen SD Guthrie.
“Saya mengapresiasi penegakan regulasi di SD Guthrie karena seluruh proses rekrutmen Pekerja Migran dilakukan secara prosedural. Tidak ada satu pun Pekerja Migran di sini yang tidak berdokumen (undocumented), semuanya resmi, mengikuti aturan perundang-undangan dari kedua negara. Ini pola model (role model) yang harus dijadikan contoh di tempat lain,” kata Menteri Mukhtarudin.
Mukhtarudin juga menyoroti pendekatan humanis perusahaan yang mampu menumbuhkan sense of belonging (rasa memiliki) yang mendalam, sehingga interaksi yang tercipta tidak kaku dan melampaui formalitas kontrak di atas kertas.
“Karena pemberi kerja sudah menganggap kalian sebagai bagian dari keluarga besar, harus ada timbal balik positif. Bekerjalah dengan penuh tanggung jawab, disiplin tinggi, dan jaga nama baik perusahaan. Jika perusahaan maju, maka kesejahteraan Pekerja Migran juga akan ikut maju,” imbau Menteri kepada para pekerja.
Pesan untuk Pekerja Migran : Menjadi Duta Bangsa dan Melek Finansial
Di hadapan ratusan Pekerja Migran, Menteri Mukhtarudin mengingatkan status mereka sebagai Duta Bangsa yang memikul citra Indonesia di kancah internasional. Ia secara tegas meminta seluruh pekerja menjaga kerukunan sesama warga Indonesia serta menjauhi segala bentuk tindakan destruktif.
“Anak-anakku sekalian, datang ke sini fokus untuk bekerja demi masa depan. Jauhi hal-hal negatif yang merugikan diri sendiri, terutama narkoba dan judi online (judol). Banyak sekali mudharatnya,” tegas Mukhtarudin.
Selain itu, aspek literasi keuangan menjadi catatan khusus yang ditekankan oleh Kementerian P2MI.
“Kelola penghasilan kalian dengan bijak melalui tabungan atau investasi. Manfaatkan literasi keuangan ini agar ketika kalian purna tugas dan pulang ke kampung halaman, modal tersebut bisa digunakan untuk membangun usaha dan menjadikan kalian pengusaha yang sukses di tanah air,” beber Mukhtarudin.
Optimalisasi Pelindungan Melalui Aplikasi ‘Halo Migran’
Sebagai instrumen baru penguatan perlindungan bagi warga negara di luar negeri, Kementerian P2MI memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan aplikasi ‘Halo Migran’.
Aplikasi Halo Migran merupakan platform domestik resmi Indonesia yang berfungsi sebagai basis data (database) interaktif bagi Pekerja Migran Indonesia yang bertugas di Malaysia. Aplikasi ini difokuskan bagi pekerja migran Indonesia yang belum terdaftar di sistem SISKOP2MI.
Selain itu, Pekerja Migran Indonesia yang sedang memperpanjang kontrak atau Perjanjian Kerja (PK).
Melalui skema pendataan terintegrasi ini, para pekerja migran dipastikan tetap mendapatkan hak-hak dasar serta proteksi penuh dari negara, meliputi penerbitan E-KPMI (Elektronik Kartu Pekerja Migran Indonesia), kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, advokasi hukum, hingga akses fasilitas kemudahan di tanah air seperti insentif pembebasan bea masuk, pendaftaran IMEI, dan program rumah subsidi.
Menteri Mukhtarudin menggarisbawahi bahwa program pendataan ini tidak membebani Pekerja Migran sama sekali dari segi finansial, karena seluruh biaya administrasi dokumen dan jaminan sosial ditanggung penuh oleh pihak pemberi kerja (employer).
Proses pelaksanaannya juga berjalan mandiri melalui kantor-kantor Perwakilan RI (KBRI/KJRI) sehingga tidak menimbulkan beban atau birokrasi baru bagi jajaran Pemerintah Malaysia.
Di akhir penjelasannya, Mukhtarudin secara khusus menginstruksikan jajaran KBRI Kuala Lumpur untuk segera memasifkan sosialisasi aplikasi Halo Migran ini ke berbagai sektor kerja di Malaysia.
Menatap Bonus Demografi dengan Skilled Workers
Menutup agenda kunjungannya, Menteri P2MI berharap jalinan kemitraan dengan Industri Sawit, SD Guthrie Malaysia terus berlanjut dan mampu menyerap lebih banyak lagi Pekerja Migran Indonesia secara prosedural.
Langkah ini dinilai strategis di tengah momentum Indonesia yang sedang menikmati puncak bonus demografi (melimpahnya penduduk usia produktif).
“Pemerintah berkomitmen penuh mengawal pelindungan pekerja dari hulu hingga hilir. Tugas kami ke depan adalah memastikan pasokan tenaga kerja yang dikirim ke industri global seperti SD Guthrie diisi oleh skilled workers (tenaga kerja terampil) yang kompeten, bersertifikat, dan siap bersaing di pasar internasional,” pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin. (ARMAN R)