Ketum DPN BAKRI : Menapaki Kehidupan di Jalan Allah dan Mengokohkan Keyakinan Diri yang Bersumber dari Nilai Ilahi

JAKARTA, KLIK7TV.CO.ID – Di tengah riuh rendah perjuangan menegakkan keadilan dan melayani aspirasi masyarakat, nilai religius dan ajaran agama menjadi akar yang paling kokoh menahan berdirinya setiap langkah dan sikap.

Bagi Nurdin Aliandi, sosok pemimpin yang menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Badan Advokasi Keadilan Rakyat Indonesia atau yang lebih dikenal dengan singkatan BAKRI, seluruh aspek kehidupan dan pengabdian yang dijalani senantiasa diselimuti oleh makna mendalam dari nilai-nilai religi.

Baginya, hidup bukan sekadar perjalanan duniawi semata, melainkan sebuah ibadah panjang yang harus dijalani dengan kesadaran penuh, ketulusan hati, dan harapan agar setiap langkah yang diambil senantiasa berada dalam keridhaan Allah SWT.

Ia meyakini sepenuhnya bahwa “Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi, dan tiada kekuatan yang abadi selain kekuatan yang bersumber dari-Nya.”

Menghidupkan Nilai Religi dalam Setiap Jejak Kehidupan

Dalam sebuah perbincangan yang sarat nuansa keagamaan dan ketulusan hati, Nurdin Aliandi mengungkapkan bahwa makna religius dalam hidupnya bukan hanya sebatas kewajiban ritual semata, melainkan telah menyatu dalam niat, pikiran, perkataan, dan perbuatan sehari-hari.

Baginya, menapaki jalan Allah berarti meyakini sepenuhnya firman-Nya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.

Kesadaran ini menjadikan setiap aktivitas, termasuk memperjuangkan hak rakyat dan menegakkan keadilan, dijalankan sebagai bentuk pengabdian suci kepada Sang Pencipta. Ia menegaskan bahwa nilai religi mengajarkan manusia untuk senantiasa memandang dunia ini sebagai tempat persinggahan sementara, di mana setiap perbuatan akan dicatat dan dimintai pertanggungjawaban kelak di alam yang kekal abadi.

“Nilai religi adalah cahaya yang menerangi jalan hidup agar kita tidak tersesat dalam kegelapan dunia. Agama mengajarkan kita bahwa kebenaran itu hakikinya milik Allah, dan keadilan adalah bayangan sifat-sifat-Nya yang Maha Adil. Oleh karena itu, ketika kita memperjuangkan kebenaran dan keadilan, sejatinya kita sedang berjalan di atas jalan-Nya dan menegakkan hukum-hukum-Nya. Rasulullah SAW bersabda: ‘Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.’ Kalimat suci ini selalu menjadi pedoman hidup saya dan seluruh jajaran BAKRI. Kami sadar bahwa apa yang kami miliki hanyalah titipan Ilahi, dan tugas kami hanyalah mengurus amanah ini sebaik-baiknya dengan penuh rasa syukur dan takut melanggar batas-batas yang telah ditetapkan-Nya,” ujar Nurdin Aliandi dengan nada bicara yang lembut namun berwibawa, sarat dengan kata-kata religi yang menyentuh kalbu.

Keyakinan Diri yang Kokoh Berpijak pada Janji dan Kuasa Allah

Ia menjelaskan, bahwa keyakinan diri yang sejati dan tidak mudah goyah hanyalah bisa tumbuh subur di atas tanah iman yang subur dan keyakinan yang kuat kepada Allah SWT. Dalam ajaran agama diajarkan firman-Nya: “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” Ayat suci ini selalu menjadi sumber semangat dan kekuatan batinnya ketika menghadapi ujian berat, tantangan sulit, maupun situasi yang penuh tekanan.

Baginya, memiliki keyakinan diri yang berlandaskan nilai Ilahi berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa “Apabila Allah menolong hamba-Nya, tidak ada satu pun makhluk yang mampu mengalahkannya, dan apabila Allah membiarkan seseorang, tidak ada satu pun makhluk yang mampu memberinya pertolongan.

“Keyakinan diri yang saya miliki bukanlah karena merasa diri hebat atau pandai, melainkan karena saya meyakini janji suci Allah yang tertulis di dalam kitab-Nya: ‘Sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.’ Kata-kata Ilahi ini menanamkan ketenangan yang luar biasa dalam hati. Ketika kita yakin bahwa Allah melihat apa yang kita lakukan, mendengar apa yang kita ucapkan, dan mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati, maka lahirlah keberanian yang tulus, kejujuran yang teguh, dan sikap yang tidak takut kepada siapapun kecuali kepada-Nya. Seperti firman-Nya: ‘Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.’ Inilah makna mendasar dari keyakinan diri yang sejati, yaitu bersandar sepenuhnya pada kekuatan dan kuasa Sang Pencipta,” tegas Nurdin Aliandi dengan mata yang berbinar dan nada bicara yang menyentuh hati setiap pendengarnya.

Mengukuhkan Nilai Spiritual sebagai Pondasi Kehidupan Berbangsa

Sebagai pemimpin organisasi yang hadir di tengah masyarakat, Nurdin Aliandi menekankan pentingnya menanamkan nilai religius dan memegang teguh ajaran agama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia mengingatkan akan firman Allah SWT: ‘Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang-orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah, meskipun (yang demikian) itu terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu.’ Ayat suci ini menjadi bukti nyata betapa eratnya hubungan antara ajaran agama dengan kewajiban menegakkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Nilai-nilai religi mengajarkan kita tentang kasih sayang, persaudaraan, kejujuran, dan tanggung jawab. Semua hal inilah yang menjadi pondasi utama agar kehidupan bermasyarakat berjalan dengan harmonis, aman, dan sejahtera. Rasulullah SAW pernah bersabda: ‘Saling menyayangilah kalian, niscaya kalian akan dicintai oleh Tuhan kalian.’ Kata-kata mulia ini mengingatkan kita bahwa kunci kedamaian dan kemajuan bangsa terletak pada seberapa dalam kita menghayati dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Semakin tinggi kesadaran religius seseorang, semakin lurus pula perilakunya, dan semakin kuat pula komitmennya untuk tidak merugikan orang lain serta senantiasa membela kebenaran,” tambahnya dengan penuh harapan.

Di akhir penyampaiannya, Ketua Umum BAKRI ini kembali menegaskan janji dan tekadnya dengan mengutip doa yang sering ia panjatkan: “Ya Allah, jadikanlah hatiku yang penuh rasa syukur kepada-Mu, sabar dalam ujian-Mu, dan teguh dalam memegang perintah-Mu. Janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sesaat pun, dan bimbinglah aku senantiasa ke jalan yang lurus.” Baginya, seluruh perjuangan dan kehidupannya hanyalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, serta sarana untuk meraih keridhaan-Nya di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat kelak. (Red)

Related posts

Sudin Nakertransgi Gelar Peringatan Hari Buruh Internasional, Ciptakan Kolaborasi Bersama Wujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja

Menteri Mukhtarudin : Perpres 25/2026 Sejarah Baru Perlindungan Buruh Migran Laut

ibis Styles Jakarta Sunter Hadirkan “Smash & Feast”, Kombinasi Olahraga dan Kuliner dalam Satu Pengalaman